Blog
10 BPR Paling Untung di DepositoBPR - Data Juni 2026
ditulis oleh
Eko Purnomo

Bunga deposito yang tinggi hanya bermakna jika bank yang menawarkannya benar-benar mampu membayarnya. Dan kemampuan itu datang dari satu tempat: laba.
Laba bersih adalah bukti paling konkret bahwa sebuah bank menjalankan bisnisnya dengan benar — bahwa pendapatan dari penyaluran kredit cukup untuk menutup bunga simpanan, biaya operasional, dan pencadangan kerugian, lalu masih menyisakan keuntungan. Bank yang konsisten mencetak laba adalah bank yang bisa membayar bunga deposito Anda tanpa menggerus modalnya sendiri.
Artikel ini merangkum 10 BPR dan BPRS mitra DepositoBPR by Komunal dengan laba bersih terbesar, berdasarkan laporan publikasi periode Juni 2026 yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan.
Catatan pembacaan data: Seluruh angka dalam artikel ini bersumber dari laporan publikasi BPR/BPRS per Juni 2026. Angka laba merupakan posisi yang dilaporkan pada periode tersebut, bukan proyeksi tahunan. Untuk memahami istilah yang digunakan, Anda bisa membaca penjelasan komponen aset, ekuitas, dan liabilitas dalam neraca keuangan serta perbedaan BPR dan BPRS di blog kami.
Ringkasan 10 BPR dengan Laba Terbesar
# | Nama BPR/BPRS | Kode OJK | Aset | NPL | Laba Bersih |
|---|---|---|---|---|---|
1 | BPR Nusumma Jatim | 600837 | Rp909,2 M | 2,61% | Rp28,28 M |
2 | BPRS Dinar Ashri | 620104 | Rp2,53 T | 0,26% | Rp25,42 M |
3 | BPRS Baiturridha Pusaka | 620011 | Rp485,5 M | 0,39% | Rp19,83 M |
4 | BPR Dana Pensiun Taspen | 600111 | Rp1,17 T | 0,36% | Rp15,99 M |
5 | BPR Tata Asia | 601268 | Rp902,6 M | 0,82% | Rp15,77 M |
6 | BPR Kredit Mandiri Indonesia | 600432 | Rp1,04 T | 3,98% | Rp9,08 M |
7 | BPR Nusumma Jateng | 600650 | Rp207,9 M | 4,25% | Rp8,83 M |
8 | BPR Asia Sejahtera | 602685 | Rp409,5 M | 2,94% | Rp6,58 M |
9 | BPR Bank Jombang Perseroda | 600310 | Rp1,23 T | 8,35% | Rp6,30 M |
10 | BPR Hasa Mitra Jawa Barat | 600005 | Rp247,4 M | 0,59% | Rp6,11 M |
M = miliar, T = triliun
Profil Singkat Masing-Masing BPR
1. BPR Nusumma Jatim: Laba Rp28,28 Miliar
Jombang, Jawa Timur | Kode OJK 600837
Pemuncak daftar ini memiliki sejarah yang tidak biasa. BPR Nusumma Jatim didirikan pada 1990 berdasarkan nota kesepahaman antara Nahdlatul Ulama — yang saat itu diwakili oleh K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) — dengan Bank Summa. Dari akar tersebut, bank ini tumbuh menjadi bagian dari jaringan Nusumma Group dengan cabang tersebar di Lamongan, Nganjuk, Jember, Malang, Kediri, Blitar, hingga Situbondo.
Dengan aset Rp909,2 miliar, bank ini mencetak laba Rp28,28 miliar — angka tertinggi di antara seluruh BPR mitra platform. NPL 2,61% menunjukkan kualitas portofolio kredit yang terjaga baik. Kombinasi laba besar pada basis aset yang moderat menandakan efisiensi operasional yang tinggi. BPR Nusumma Jatim juga dua kali meraih penghargaan Indonesia BPR Brand Award.
2. BPRS Dinar Ashri: Laba Rp25,42 Miliar
Mataram, Nusa Tenggara Barat | Kode OJK 620104
Dikenal luas sebagai Bank Dinar, BPRS ini adalah bank syariah rakyat terbesar di Nusa Tenggara Barat dan salah satu yang terbesar secara nasional dengan aset menembus Rp2,53 triliun. Beroperasi sejak Juli 2006, Bank Dinar telah meraih Golden Award dan predikat BPRS Terbaik Nasional di ajang Infobank Sharia Awards selama lima tahun berturut-turut, serta memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk keamanan informasi.
Yang paling menonjol dari profil keuangannya adalah NPL 0,26% — salah satu yang terendah di seluruh industri BPR/BPRS Indonesia. Pada skala aset Rp2,5 triliun, angka ini mencerminkan disiplin penyaluran pembiayaan yang sangat ketat. Bank Dinar juga aktif menjalankan program sosial, termasuk beasiswa "Generasi NTB Bersinar" dan donasi ambulans.
3. BPRS Baiturridha Pusaka: Laba Rp19,83 Miliar
Bandung, Jawa Barat | Kode OJK 620011
BPRS Baiturridha Pusaka adalah cerita pertumbuhan paling mengesankan dalam daftar ini. Berakar dari Yayasan Bina Kerta Raharja Karyawan Kereta Api (BKRKA) yang berdiri sejak 1967, bank ini melayani segmen pegawai PT Kereta Api Indonesia dan masyarakat umum di Bandung dengan prinsip syariah.
Pada rating keuangan syariah 2025, BPRS Baiturridha Pusaka menempati posisi puncak kategori BPRS beraset Rp250 miliar ke atas dengan skor 99,97% — skor tertinggi dari seluruh BPRS yang dirating, dengan nilai sempurna pada empat aspek: permodalan, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi. Bank ini juga pernah meraih penghargaan sebagai BPR terbaik dalam kepatuhan pelaporan kepada LPS.
Dengan aset Rp485,5 miliar dan laba Rp19,83 miliar, rasio profitabilitasnya termasuk yang tertinggi dalam daftar. NPL 0,39% menegaskan kualitas pembiayaan yang sangat terjaga.
4. BPR Dana Pensiun Taspen: Laba Rp15,99 Miliar
Bekasi, Jawa Barat | Kode OJK 600111
Didirikan oleh Dana Pensiun Taspen, BPR ini memiliki model bisnis yang sangat spesifik: melayani pensiunan PNS/ASN dengan kemitraan langsung bersama PT Taspen (Persero) untuk pembayaran uang pensiun. Struktur ini memberikan arus kas yang sangat stabil dan predictable.
Hasilnya terlihat pada angka NPL 0,36% cicilan yang dipotong langsung dari uang pensiun nyaris tidak pernah macet. Dengan aset Rp1,17 triliun dan laba Rp15,99 miliar, bank ini membuktikan bahwa fokus pada satu segmen yang dikuasai dengan baik bisa menghasilkan kinerja yang konsisten. Jaringan kantornya membentang dari Bekasi, Jakarta Timur, Tangerang, Karawang, hingga Serang.
5. BPR Tata Asia: Laba Rp15,77 Miliar
Bandung, Jawa Barat | Kode OJK 601268
BPR Tata Asia menampilkan profil yang paling seimbang dalam daftar ini. Dengan aset Rp902,6 miliar, laba Rp15,77 miliar, dan NPL hanya 0,82%, bank ini menunjukkan kombinasi pertumbuhan dan kehati-hatian yang jarang ditemukan bersamaan.
Beroperasi di Bandung,BPR Tata Asia memposisikan diri sebagai mitra pembiayaan bagi pelaku usaha di Jawa Barat dengan pendekatan yang terukur. NPL di bawah 1% pada skala aset hampir Rp1 triliun adalah indikator seleksi debitur yang sangat disiplin.
6. BPR Kredit Mandiri Indonesia: Laba Rp9,08 Miliar
Tangerang Selatan, Banten | Kode OJK 600432
Beroperasi di koridor Tangerang Selatan, salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Jabodetabek. BPR Kredit Mandiri Indonesia mengelola aset Rp1,04 triliun dengan laba Rp9,08 miliar.
NPL di angka 3,98% masih berada di bawah ambang batas 5% yang umumnya dijadikan acuan kesehatan kredit perbankan. Posisinya sebagai BPR swasta berskala triliunan di wilayah suburban Jakarta menjadikannya mitra pembiayaan yang relevan bagi pelaku UMKM yang membutuhkan proses lebih cepat dan personal dibandingkan bank umum.
7. BPR Nusumma Jateng: Laba Rp8,83 Miliar
Jawa Tengah | Kode OJK 600650
Bagian dari jaringan Nusumma Group yang sama dengan pemuncak daftar ini, BPR Nusumma Jateng beroperasi dengan skala yang jauh lebih kecil dengan aset Rp207,9 miliar, namun mampu mencetak laba Rp8,83 miliar.
Secara proporsional, ini adalah rasio laba terhadap aset tertinggi dalam daftar. Bank berskala kecil yang mampu menghasilkan laba sebesar ini menunjukkan model operasional yang sangat efisien dan margin bunga yang sehat. NPL 4,25% perlu dipantau, tetapi masih berada di bawah ambang 5%.
8. BPR Asia Sejahtera: Laba Rp6,58 Miliar
Kode OJK 602685
Dengan aset Rp409,5 miliar dan laba Rp6,58 miliar, BPR Asia Sejahtera menempati posisi menengah dalam daftar ini namun dengan rasio profitabilitas yang kompetitif.
NPL 2,94% berada di zona sehat, menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit dijalankan tanpa mengorbankan kualitas portofolio. Bank berskala ratusan miliar seperti ini seringkali memiliki keunggulan kelincahan, mampu merespons kebutuhan nasabah lokal lebih cepat sambil menjaga struktur biaya yang ramping.
9. BPR Bank Jombang Perseroda: Laba Rp6,30 Miliar
Jombang, Jawa Timur | Kode OJK 600310
Sebagai Perseroda milik Pemerintah Kabupaten Jombang, bank ini mengelola aset terbesar keempat dalam daftar, Rp1,23 triliun dengan jaringan luas di wilayah Jawa Timur bagian tengah.
NPL 8,35% adalah yang tertinggi dalam daftar dan perlu dicermati. Namun konteksnya penting: BPR milik pemerintah daerah umumnya mengemban misi penyaluran kredit ke segmen yang lebih luas dan lebih berisiko, termasuk petani dan pedagang kecil yang sulit mengakses bank umum. Yang menjadi penyeimbang adalah bahwa bank ini tetap mencetak laba positif di tengah NPL tersebut, indikasi bahwa pendapatan operasional cukup untuk menyerap biaya kredit bermasalah. Pemahaman lebih lanjut tentang mengapa NPL BPR secara struktural lebih tinggi dari bank umum dapat dibaca dalam pembahasan rasio keuangan BPR di blog kami.
10. BPR Hasa Mitra Jawa Barat: Laba Rp6,11 Miliar
Jawa Barat | Kode OJK 600005
Bagian dari jaringan Hasamitra yang berakar di Makassar sejak 2005, entitas Jawa Barat ini mengelola aset Rp247,4 miliar dengan laba Rp6,11 miliar.
Dengan NPL hanya 0,59%, bank ini memiliki salah satu kualitas portofolio kredit terbaik dalam daftar. Rasio laba terhadap aset yang tinggi pada skala yang relatif kecil menunjukkan bahwa model bisnisnya berjalan efisien, menyalurkan kredit secara selektif dengan margin yang sehat.
Cara Membaca Data Ini dengan Tepat
Angka laba yang besar tidak selalu berarti bank tersebut "lebih baik" dari yang lain. Ada beberapa hal yang perlu dipahami agar pembacaan data ini tidak menyesatkan.
Pertama, laba harus dibaca relatif terhadap skala aset. BPRS Dinar Ashri mencetak laba Rp25,42 miliar dengan aset Rp2,53 triliun, sementara BPRS Baiturridha Pusaka mencetak Rp19,83 miliar hanya dengan aset Rp485,5 miliar. Secara nominal Dinar Ashri lebih besar, tetapi secara efisiensi penggunaan aset, Baiturridha jauh lebih tinggi. Keduanya sehat — hanya dengan karakteristik berbeda.
Kedua, laba dan NPL harus dilihat bersamaan. BPR yang mencetak laba besar dengan NPL rendah (seperti Dinar Ashri, Baiturridha, atau Hasa Mitra Jabar) menunjukkan pertumbuhan yang berkualitas. Sementara BPR dengan laba positif namun NPL lebih tinggi menunjukkan bahwa bank masih mampu menyerap risiko kreditnya — yang tetap merupakan sinyal ketahanan, meski dengan catatan.
Ketiga, ukuran aset bukan segalanya. Dalam daftar ini, BPR dengan aset di bawah Rp500 miliar justru menunjukkan rasio profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan yang beraset triliunan. Ukuran memberikan kapasitas, tetapi efisiensi memberikan hasil.
Keempat, data adalah potret, bukan film. Laporan publikasi Juni 2026 menggambarkan posisi pada satu titik waktu. Kinerja bank bergerak seiring siklus ekonomi, kebijakan internal, dan kondisi sektor yang dilayani.
Peran Kurasi DepositoBPR by Komunal
Menganalisis laporan keuangan puluhan BPR satu per satu bukan pekerjaan yang realistis bagi kebanyakan nasabah. Itulah alasan proses kurasi menjadi bagian inti dari cara kerja platform.
DepositoBPR by Komunal — marketplace deposito BPR yang tercatat dan diawasi OJK (No. S-576/IK.01/2024) — mengevaluasi setiap BPR mitra berdasarkan kombinasi indikator: rasio kecukupan modal (CAR), kredit bermasalah (NPL), efisiensi operasional (BOPO), likuiditas (LDR dan Cash Ratio), serta profitabilitas. Sebuah BPR tidak ditampilkan di platform hanya karena labanya besar; ia harus lolos pada keseluruhan parameter.
Selain kurasi, seluruh produk deposito yang ditawarkan melalui platform dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank — selama simpanan tercatat dalam pembukuan bank dan suku bunganya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS yang berlaku. Penjelasan lengkap mengenai keamanan penempatan dana di BPR dapat dibaca pada artikel Mengenal Investasi Deposito di BPR: Aman atau Tidak?
Bacaan Lanjutan di Blog DepositoBPR
Untuk memahami lebih dalam istilah dan rasio yang digunakan dalam artikel ini:
Contoh Neraca Keuangan: Arti dan Cara Membuat Laporannya — memahami komponen aset, ekuitas, dan liabilitas
10 BPR dengan Ekuitas Terbesar di DepositoBPR — mengapa ekuitas menjadi bantalan keamanan bagi dana nasabah
LDR — Loan to Deposit Ratio: Rasio Sederhana yang Bisa Ceritakan Banyak Hal — membaca keseimbangan antara kredit dan simpanan
Mengenal Bank Perekonomian Rakyat dan Tujuan dari BPR — fungsi dan peran BPR dalam sistem keuangan
Mengenal 6 Perbedaan BPR dan BPRS — memahami karakteristik konvensional dan syariah
Kenapa Bunga Deposito BPR Lebih Tinggi Daripada Bank Umum? — mekanisme di balik selisih suku bunga
Penutup
Laba bukan sekadar angka di laporan keuangan. Bagi nasabah deposito, ia adalah bukti bahwa bank memiliki mesin bisnis yang bekerja — mesin yang menghasilkan pendapatan untuk membayar bunga simpanan Anda, menyerap risiko kredit, dan bertumbuh secara berkelanjutan.
Sepuluh BPR dan BPRS dalam daftar ini menunjukkan bahwa industri perbankan rakyat Indonesia memiliki pemain-pemain yang dikelola dengan disiplin: ada yang mencetak laba puluhan miliar dengan NPL di bawah 0,5%, ada yang tumbuh hingga meraih skor rating tertinggi nasional, dan ada yang membangun model bisnis niche yang sangat stabil.
Memahami angka-angka ini bukan berarti Anda harus menjadi analis keuangan. Tetapi mengetahui apa yang ada di balik bunga yang ditawarkan akan membuat keputusan penempatan dana Anda jauh lebih berdasar — dan jauh lebih tenang.
Disclaimer: Data keuangan dalam artikel ini bersumber dari laporan publikasi BPR/BPRS periode Juni 2026 yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan. Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi penempatan dana pada BPR tertentu. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Seluruh produk deposito di DepositoBPR by Komunal dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah artikel ini membantu kamu memahami topik ini?
Masukan kamu sangat berarti untuk kami membuat konten yang lebih baik.
Jawaban kamu bersifat anonim dan hanya digunakan untuk peningkatan kualitas konten.




