Blog
10 BPR dengan Ekuitas Terbesar di DepositoBPR 2026
Eko Purnomo

Dalam dunia perbankan, ekuitas adalah cerminan kekuatan finansial sebuah institusi. Semakin besar ekuitas sebuah bank, semakin kuat kemampuannya untuk menyerap risiko, menopang pertumbuhan kredit, dan menjaga kelangsungan operasional dalam jangka panjang. Bagi nasabah yang ingin menempatkan deposito, memahami ekuitas bank bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan indikator konkret seberapa kokoh fondasi bank tempat mereka mempercayakan dana.
DepositoBPR by Komunal, sebagai satu-satunya marketplace penempatan deposito BPR yang tercatat di OJK (No. S-576/IK.01/2024), menjalankan proses kurasi ketat terhadap seluruh BPR dan BPRS mitra sebelum produk deposito mereka ditawarkan kepada nasabah. Salah satu parameter kunci dalam proses kurasi ini adalah kekuatan permodalan yang di dalamnya termasuk ekuitas.
Berdasarkan data laporan keuangan terkini yang tersedia di platform, berikut adalah 10 BPR/BPRS dengan ekuitas terbesar yang bermitra dengan DepositoBPR by Komunal. Daftar ini disusun berdasarkan nilai ekuitas dan dilengkapi dengan profil singkat masing-masing bank untuk memberikan gambaran kekuatan dan karakteristik mereka.
1. BPR Eka Bumi Artha (Bank Eka) — Ekuitas Rp1,27 Triliun
Lokasi: Metro, Lampung
Total Aset: Rp10,34 triliun
CAR: 15,58% | NPL: 0,70%
Laba: Rp189,36 miliar
Bank Eka bukan sekadar BPR biasa, Bank Eka adalah BPR dengan aset terbesar di Indonesia. Didirikan pada tahun 1967 sebagai Bank Pasar Kosgoro yang belum berbadan hukum, Bank Eka tumbuh dari modal awal hanya Rp3 juta menjadi raksasa perbankan mikro dengan aset menembus Rp10 triliun. Pendirinya, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Perbarindo, membangun bank ini dari nol di Kota Metro, Lampung. Dengan visi menjadi bank terbaik dalam pembiayaan mikro, kecil, dan menengah, Bank Eka kini memiliki jaringan kantor cabang dan kas yang tersebar luas di Lampung hingga Sumatera Selatan. NPL yang hanya 0,70% pada skala aset Rp10 triliun menunjukkan disiplin penyaluran kredit yang luar biasa ketat.
2. BPR Hasa Mitra — Ekuitas Rp475,6 Miliar
Lokasi: Makassar, Sulawesi Selatan
Total Aset: Rp3,02 triliun
LDR: 114,87%
Didirikan di Makassar pada 15 November 2005, BPR Hasamitra telah menjelma menjadi salah satu BPR terbesar di Indonesia Timur. Dijuluki "Raja BPR asal Makassar", bank ini memiliki jaringan kantor yang menjangkau berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. BPR Hasamitra juga telah tersertifikasi ISO 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi, menunjukkan komitmen terhadap tata kelola dan keamanan data nasabah. Dengan ekuitas hampir Rp500 miliar pada skala BPR, Hasamitra memiliki buffer modal yang sangat substansial untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya di kawasan timur Indonesia.
3. BPR Bank Boyolali (Perseroda) — Ekuitas Rp352,3 Miliar
Lokasi: Boyolali, Jawa Tengah
Total Aset: Rp417,4 miliar
LDR: 75,26%
BPR Bank Boyolali adalah BUMD milik Pemerintah Kabupaten Boyolali dengan sejarah panjang yang bermula dari pendirian Lembaga Perkreditan Daerah pada tahun 1968. Setelah berganti nama beberapa kali dari Bank Pasar, ke Lembaga Perkreditan Daerah, hingga menjadi Perseroda pada 2019 bank ini kini memiliki rasio ekuitas terhadap aset yang sangat mencolok: Rp352 miliar dari total aset Rp417 miliar. Rasio ini mengindikasikan struktur permodalan yang sangat konservatif, di mana sebagian besar aset didanai oleh modal sendiri. Dengan jaringan yang mencakup puluhan kecamatan di Boyolali, bank ini melayani kebutuhan perbankan masyarakat pedesaan di jantung Jawa Tengah.
4. PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda) — Ekuitas Rp272,2 Miliar
Lokasi: Bojonegoro, Jawa Timur
Total Aset: Rp653,6 miliar
CAR: 79,80% | NPL: 3,88%
Laba: Rp4,48 miliar
BPR milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini memiliki salah satu rasio kecukupan modal (CAR) tertinggi di industri BPR Indonesia: 79,80%, hampir sepuluh kali lipat dari batas minimum yang ditetapkan OJK. Dengan visi "Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Menengah Ke Bawah", bank ini mengoperasikan lebih dari belasan kantor kas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro, melayani petani, pedagang, dan pengusaha kecil menengah. CAR setinggi ini bukan hanya angka, ia merepresentasikan ketahanan modal yang luar biasa terhadap potensi kerugian.
5. BPRS Dinar Ashri (Bank Dinar) — Ekuitas Rp188,5 Miliar
Lokasi: Mataram, Nusa Tenggara Barat
Total Aset: Rp2,42 triliun
CAR: 20,75% | NPL: 0,26%
Laba: Rp15,38 miliar
BPRS Dinar Ashri atau yang lebih dikenal sebagai Bank Dinar adalah BPRS terbesar di Nusa Tenggara Barat dan salah satu yang terbesar secara nasional. Beroperasi sejak Juli 2006, bank syariah ini telah meraih penghargaan bergengsi termasuk Golden Award dan BPRS Terbaik Nasional di ajang Infobank Sharia Awards selama lima tahun berturut-turut. Bank Dinar juga memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk keamanan informasi dan aktif menjalankan program CSR, termasuk pemberian beasiswa "Generasi NTB Bersinar" dan donasi ambulans. Kualitas asetnya tercermin dari NPL yang hanya 0,26%, ini adalah salah satu yang terendah di seluruh industri BPR/BPRS Indonesia.
6. BPR Gunung Slamet — Ekuitas Rp184,4 Miliar
Lokasi: Cilacap, Jawa Tengah
Total Aset: Rp852,8 miliar
LDR: 91,16%
Berbasis di Cilacap, Jawa Tengah, BPR Gunung Slamet merupakan salah satu BPR besar yang beroperasi di wilayah selatan Jawa Tengah. Dengan ekuitas Rp184 miliar dan total aset mendekati Rp900 miliar, bank ini memiliki skala yang setara dengan bank umum kecil. LDR di angka 91% menunjukkan keseimbangan yang baik antara penghimpunan dana dan penyaluran kredit yang tidak terlalu agresif dan tidak terlalu konservatif. Posisi geografisnya di Cilacap memberikan akses terhadap basis nasabah yang luas di kawasan industri dan pertanian Jawa Tengah bagian selatan.
7. BPR Lingga Sejahtera — Ekuitas Rp170,2 Miliar
Lokasi: Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah
Total Aset: Rp1,45 triliun
LDR: 85,52%
BPR Lingga Sejahtera merupakan salah satu BPR terbesar di luar Pulau Jawa dengan aset mencapai Rp1,45 triliun. Beroperasi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Wilayah ini dikenal sebagai sentra industri kelapa sawit dan kehutanan, BPR ini melayani kebutuhan perbankan masyarakat di kawasan yang relatif minim kehadiran bank umum besar. Ekuitas Rp170 miliar memberikan fondasi modal yang kuat untuk mendukung pembiayaan sektor riil di Kalimantan, menjadikannya pilar inklusi keuangan di Indonesia bagian tengah.
8. PT BPR Dana Pensiun Taspen — Ekuitas Rp143,3 Miliar
Lokasi: Bekasi, Jawa Barat
Total Aset: Rp1,15 triliun
CAR: 18,61% | NPL: 0,35%
Laba: Rp8,47 miliar
Didirikan oleh Dana Pensiun Taspen, BPR ini memiliki keunikan tersendiri: basis nasabah utamanya adalah pensiunan PNS/ASN, dan bank ini bermitra langsung dengan PT Taspen (Persero) untuk pembayaran uang pensiun. Model bisnis ini memberikan stabilitas arus kas yang luar biasa, tercermin dari NPL yang hanya 0,35%. Dengan jaringan kantor yang membentang dari Bekasi, Jakarta Timur, Tangerang, Karawang, hingga Serang, BPR Dana Pensiun Taspen adalah contoh BPR berskala triliunan dengan niche market yang jelas dan risiko kredit yang sangat terkendali.
9. BPR Indra Candra — Ekuitas Rp134,9 Miliar
Lokasi: Buleleng, Bali
Total Aset: Rp1,18 triliun
LDR: 50,00%
Berbasis di Buleleng, wilayah utara Bali, BPR Indra Candra memiliki skala yang mengesankan dengan aset menembus Rp1,18 triliun. LDR di angka 50% menunjukkan pendekatan yang sangat konservatif dalam penyaluran kredit hanya separuh dari dana yang dihimpun yang disalurkan sebagai pinjaman. Strategi ini memberikan likuiditas yang sangat tinggi, menjadikan bank ini salah satu yang paling likuid di antara BPR besar di Bali. Ekuitas Rp134,9 miliar memperkuat posisinya sebagai salah satu BPR dengan fondasi modal terkuat di provinsi yang terkenal dengan ekosistem BPR yang matang.
10. BPR Kredit Mandiri Indonesia — Ekuitas Rp122,7 Miliar
Lokasi: Tangerang Selatan, Banten
Total Aset: Rp777,4 miliar
CAR: 35,43% | NPL: 3,90%
Laba: Rp5,40 miliar
Beroperasi di kawasan Tangerang Selatan salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Jabodetabek. BPR Kredit Mandiri Indonesia mengelola aset hampir Rp800 miliar dengan ekuitas yang sangat solid. CAR di angka 35,43% menunjukkan bahwa bank ini memiliki kapasitas ekspansi kredit yang besar sambil tetap menjaga kehati-hatian. Posisinya sebagai BPR swasta di koridor suburban Jakarta menjadikannya mitra strategis bagi pelaku UMKM yang membutuhkan akses pembiayaan cepat dengan pendekatan yang lebih personal dibandingkan bank umum.
Mengapa Ekuitas Penting bagi Nasabah?
Ekuitas bukan sekadar angka akuntansi. Bagi nasabah, ekuitas bank memiliki tiga implikasi praktis yang langsung memengaruhi keamanan simpanan mereka.
Pertama, ekuitas adalah bantalan terhadap kerugian. Ketika sebuah bank mengalami penurunan kualitas kredit atau kerugian operasional, ekuitaslah yang pertama menyerap dampaknya — bukan simpanan nasabah. Semakin besar ekuitas, semakin tebal bantalan tersebut.
Kedua, ekuitas menentukan kapasitas pertumbuhan. Bank dengan ekuitas besar dapat menyalurkan lebih banyak kredit, menghasilkan lebih banyak pendapatan, dan pada akhirnya menawarkan bunga deposito yang kompetitif secara berkelanjutan — bukan hanya sebagai strategi jangka pendek.
Ketiga, ekuitas mencerminkan kepercayaan pemilik. Pemegang saham yang menyetor modal besar dan membiarkan laba ditahan terakumulasi menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap keberlangsungan bank. Ini adalah sinyal positif bagi nasabah.
Peran DepositoBPR by Komunal sebagai Kurator
Meskipun data ekuitas memberikan gambaran penting, ia hanyalah satu dari sekian banyak parameter yang perlu dievaluasi. DepositoBPR by Komunal menjalankan proses kurasi menyeluruh yang mencakup rasio kecukupan modal (CAR), tingkat kredit bermasalah (NPL), efisiensi operasional (BOPO), likuiditas, dan profitabilitas sebelum sebuah BPR dapat menawarkan produk deposito melalui platform.
Proses ini memastikan bahwa nasabah tidak perlu menjadi analis keuangan untuk membuat keputusan penempatan yang tepat. Platform telah melakukan penyaringan awal dan seluruh produk deposito yang ditawarkan dijamin oleh LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.
Dengan memahami profil BPR mitra dan memanfaatkan proses kurasi platform, nasabah dapat menempatkan deposito dengan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi — didukung oleh data, bukan sekadar janji bunga tinggi.
Disclaimer: Data keuangan dalam artikel ini bersumber dari laporan keuangan BPR/BPRS yang dipublikasikan kepada OJK per periode pelaporan terakhir yang tersedia. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Seluruh produk deposito di DepositoBPR by Komunal dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku.




