Memahami 6 Risiko Deposito & Cara Mitigasi Potensi Kerugian

blog

Memahami 6 Risiko Deposito & Cara Mitigasi Potensi Kerugian

DepositoBPR by Komunal

02 November 2023

Risiko deposito adalah faktor penting yang harus dipahami oleh setiap investor sebelum memilih jenis investasi untuk penyimpanan dana.


Pada dasarnya, tidak ada investasi yang sepenuhnya bebas risiko. Jadi, meskipun deposito termasuk investasi low risk, tetap saja ada beberapa risiko yang perlu diperhitungkan.

Salah satu risiko deposito yang paling umum adalah potensi keuntungan lebih rendah dibandingkan investasi lainnya.


Maka dari itu, supaya kamu paham apa saja risiko investasi deposito dan bagaimana cara mitigasinya, mari simak penjelasannya di bawah ini!


Keuntungan Deposito


Sebelum membahas apa saja risiko deposito, pastinya kamu juga harus tahu keuntungan yang ditawarkan oleh jenis investasi ini. Beberapa keuntungan investasi deposito adalah:


  • Memperoleh suku bunga yang lebih tinggi tergantung jangka waktu penyimpanan dana.

  • Investasi aman karena di bawah pengawasan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

  • Prosesnya mudah dilakukan sehingga cocok bagi pemula.

    Memiliki tingkat risiko yang lebih rendah sehingga cocok untuk tipe investor risk averse.

Risiko Deposito


Secara garis besar, ada enam risiko deposito yang harus kamu pahami sebelum melakukan investasi jangka panjang. Beberapa risiko deposito adalah:

1. Hanya Bisa Diambil Saat Jatuh Tempo


Pertama, risiko deposito adalah dana yang dikumpulkan hanya bisa diambil ketika jatuh tempo. Biasanya, jangka waktu yang paling umum adalah 1, 3, 6, hingga 12 bulan.


Kebijakan ini diterapkan agar bank dapat melakukan perhitungan bunga lebih mudah dan mencegah terjadinya risiko yang lebih besar.


Oleh sebab itu, dana yang berada di deposito tidak bisa diambil dengan mudah meskipun kamu memerlukan uang untuk situasi darurat.


2. Adanya Denda atau Penalti


Salah satu risiko deposito adalah bank akan mengenakan denda atau penalti untuk menghindari pengambilan uang sebelum jatuh tempo.


Maka dari itu, apabila kamu menarik dana sebelum waktunya, bank akan memberikan denda, sesuai dengan jenis deposito dan nominalnya. Secara umum, besaran denda yang akan dikenakan yaitu sekitar 0.5% sampai 3%.

3. Risiko Penghapusan Bunga


Selanjutnya, ketika kamu memilih deposito, maka salah satu risiko investasi adalah kehilangan pendapatan bunga.


Risiko ini biasanya akan terjadi apabila kamu dihadapkan dengan beberapa situasi, seperti pencairan deposito sebelum jatuh tempo, tidak patuh pada aturan, dan pailit bank.

Ketika kamu kehilangan pendapatan bunga, maka keuntungan yang diperoleh juga akan berkurang.


4. Terkena Inflasi dan Biaya Pajak


Salah satu kemungkinan risiko deposito adalah berisiko terkena inflasi dan biaya pajak. Ketika perekonomian negara sedang mengalami inflasi, maka nilai uang di deposito bisa jadi berkurang.

Selain itu, deposito juga masuk ke dalam pajak penghasilan. Menurut PP No.131 Tahun 2000, pajak bunga deposito yaitu sebesar 20% apabila dana melebihi Rp7.5 juta.



5. Pendapatan Bunga Lebih Rendah


Risiko deposito yang mungkin kamu hadapi adalah pendapatan bunga lebih rendah dibandingkan jenis investasi lainnya.


Hal ini dikarenakan deposito sering menawarkan tingkat bunga yang relatif stabil dan rendah.


Oleh karena itu, risiko deposito ini dapat mengakibatkan daya beli uang menjadi terkikis seiring berjalannya waktu.


6. Keuntungan Lebih Kecil dibandingkan Investasi Lain


Pada dasarnya, prinsip utama investasi adalah tingkat risiko akan sebanding dengan keuntungan.


Oleh karena itu, dikarenakan tingkat risiko deposito cenderung rendah, maka keuntungan yang bisa kamu peroleh juga lebih kecil.


Selain itu, deposito juga dikenakan biaya pajak dan administrasi sehingga bisa mengurangi jumlah keuntungan yang diperoleh.


Mitigasi Risiko Investasi Deposito melalui DepositoBPR by Komunal


Mitigasi risiko investasi adalah upaya untuk mengurangi potensi kerugian yang dapat terjadi ketika melakukan penanaman modal.


Oleh karena itu, untuk mengurangi beberapa potensi kerugian deposito di atas, kamu bisa melakukan mitigasi risiko investasi melalui DepositoBPR by Komunal.

DepositoBPR by Komunal sendiri merupakan aplikasi yang menjembatani nasabah dengan produk deposito dari BPR.


1. Keuntungan Mitigasi Risiko Investasi Deposito melalui DepositoBPR by Komunal


Keuntungan utama dari mitigasi risiko investasi melalui DepositoBPR by Komunal adalah kemampuan untuk meminimalkan potensi kerugian tanpa melanggar aturan LPS.


LPS sendiri telah menetapkan batas tingkat suku bunga deposito hingga 6% dengan penempatan dana maksimum sebesar Rp2 miliar di setiap bank.


Dengan aplikasi ini, kamu bisa lebih fleksibel untuk melakukan investasi deposito lebih dari satu bank sehingga mampu mengurangi risiko secara optimal.


2. Cara Mitigasi Risiko Investasi Deposito melalui DepositoBPR by Komunal


Untuk mengurangi potensi kerugian deposito, beberapa cara yang dilakukan oleh DepositoBPR by Komunal ketika melakukan mitigasi risiko investasi adalah:


    Melakukan screening, filtering, dan interview untuk memvalidasi BPR yang akan masuk ke dalam platform.

    Memilih BPR yang memiliki laporan keuangan stabil setiap bulan, mulai dari variabel neraca, fluktuasi, dan lain-lain, sehingga terjamin kredibilitasnya.

Sekian deretan informasi penting terkait risiko deposito dan bagaimana cara mengurangi potensi kerugiannya melalui aplikasi DepositoBPR by Komunal.


Perlu diingat bahwa aplikasi ini hanya menjadi perantara antara BPR dan nasabah, sehingga dana deposito akan langsung masuk ke rekening tujuan.


Lalu, DepositoBPR by Komunal juga menawarkan suku bunga tinggi yang mencapai 6.75% per tahun.


Selain itu, kamu juga tidak perlu khawatir dengan kredibilitas DepositoBPR by Komunal karena sudah tercatat dan diawasi oleh OJK.


Yuk, segera kembangkan danamu di DepositoBPR by Komunal dan nikmati #SimpananRasaInvestasi sekarang juga!



share

Bagikan

Layanan Pengaduan Konsumen

PT. Komunal Sejahtera Indonesia

Telepon : (+62) 31 9921 0252

WhatsApp : +62-851-6310-6672

Email : [email protected]

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI

WhatsApp : +62-853-1111-1010

woman
Powered By
komunal-footer