Blog
Free Float Saham: Pengertian, Dampak, dan Cara Menghitung
DepositoBPR by Komunal

Free float saham adalah jenis saham yang terbuka dan bisa dibeli oleh publik. Dengan kata lain, jenis saham ini bukan termasuk yang dipegang oleh komisaris, direksi, pegawai, pemegang saham pengendali, dan mayoritas.
Saham free float juga dilabeli dengan saham minoritas. Akan tetapi, persentasenya sangat memengaruhi volatilitas saham terkait. Lantas, seberapa besar dampak rasio free float saham? Artikel ini akan memberikan penjelasannya secara lengkap.
Akan tetapi, sebelum masuk ke pembahasan, kamu juga harus tahu kalau investasi deposito di DepositoBPR by Komunal kini semakin cuan lho. Dengan mengikuti program “Ajak Teman Dapat Bonus”, kamu berkesempatan memperoleh cashback hingga Rp1,5 juta. Caranya cukup dengan mengajak teman untuk menabung deposito di DepositoBPR by Komunal mulai dari 1 juta melalui kode referral mu. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Apa itu Free Float Saham?
Free float saham adalah jumlah saham yang beredar di pasar dan dapat diperdagangkan oleh publik. Saham-saham ini tidak termasuk saham yang dimiliki oleh pemegang saham besar, seperti pendiri perusahaan, anggota keluarga, atau institusi yang memiliki saham dalam jumlah besar.
Konsep ini penting karena menunjukkan seberapa banyak saham yang tersedia bagi investor ritel untuk diperdagangkan. Saham dengan tingkat free float yang lebih tinggi biasanya lebih likuid karena lebih banyak saham dapat diperdagangkan di pasar terbuka.
Di Indonesia, free float sering kali digunakan oleh bursa saham untuk menentukan indeks atau bobot saham dalam indeks tertentu. Dengan kata lain, semakin besar free float suatu perusahaan, semakin besar juga kemungkinan saham tersebut masuk ke dalam indeks pasar yang diikuti oleh investor.
Dampak Free Float Saham
Sebelum membahas dampaknya, penting untuk memahami bahwa free float saham dapat mempengaruhi likuiditas dan volatilitas suatu saham.
Semakin besar jumlah saham yang dapat diperdagangkan oleh publik, semakin mudah saham tersebut dijual atau dibeli di pasar sehingga memengaruhi harga saham dan keputusan investasi. Beberapa dampak saham free float adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan Efisiensi Portofolio
Free float menyebabkan bobot saham berkurang sehingga berdampak pada efisiensi portofolio. Kondisi ini bisa meningkat yang pada akhirnya juga akan mendorong emiten menambah jumlah saham free float.
2. Adanya Penyesuaian Bobot
Free float digunakan untuk menghitung bobot saham dalam indeks, seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham dengan free float lebih besar akan memiliki bobot lebih tinggi dalam indeks di mana hal tersebut dapat memengaruhi kinerja portofolio reksa dana atau investor yang mengikuti indeks tersebut.
Penyesuaian bobot ini membantu investor fokus pada indeks karena bobot yang lebih besar bisa berarti lebih banyak pengaruh terhadap perubahan harga indeks.
3. Imbas Reksa Dana
Reksa dana yang dikelola secara pasif, seperti reksa dana indeks akan menyesuaikan komposisi portofolionya berdasarkan free float saham. Jika free float saham meningkat, reksa dana ini mungkin akan menambah kepemilikan saham tersebut untuk mencerminkan bobot baru dalam indeks. Sebaliknya, jika free float berkurang, reksa dana akan mengurangi jumlah saham yang dipegang.
Kebijakan Saham Free Float di Indonesia
Sejak tahun 2021, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan ketentuan yang lebih ketat terkait free float saham untuk meningkatkan likuiditas dan keterbukaan di pasar modal. Setiap emiten diwajibkan memiliki free float saham minimal sebesar 7,5% dari total saham yang diterbitkan.
Namun, untuk perusahaan dengan ekuitas lebih dari 200 miliar rupiah, free float minimal yang harus dipenuhi adalah 10%. Selain itu, BEI juga mewajibkan setiap emiten memiliki minimal 300 pemegang saham.
Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak partisipasi investor ritel dan meningkatkan likuiditas saham di pasar. Apabila ketentuan ini tidak dipenuhi dalam kurun waktu 24 bulan, BEI dapat menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp50.000.000 dan sanksi administratif lainnya.
Cara Menghitung Free Float Saham
Menghitung free float saham bisa dilakukan dengan rumus sederhana. Berikut adalah rumus perhitungan beserta contoh cara menghitung free float saham:
Rumus Free Float Saham
Free Float = Outstanding Shares - Restricted Shares - Closely held shares
Rasio Free Float = Free Float / Outstanding Shares
Keterangan:
Outstanding shares: Jumlah saham yang telah diterbitkan perusahaan untuk investor (bukan termasuk saham treasury).
Restricted shares: Jumlah saham yang tidak bisa dialihkan sampai kondisi tertentu dipenuhi dan biasanya dimiliki oleh eksekutif dan direktur perusahaan.
Closely held shares: Jumlah saham yang dimiliki untuk jangka waktu lama dan biasanya dipegang oleh orang dalam.
Contoh Menghitung Free Float Saham
Misalnya, Perusahaan X memiliki saham resmi sebanyak 500.000 lembar dan jumlah yang telah diterbitkan sebanyak 300.000 lembar. Bapak Eko, selaku CEO, memiliki 150.000 lembar saham dan perusahaan sedang tidak memiliki pemegang saham utama jangka panjang. Maka, free float saham perusahaan ini adalah:
Free float = Outstanding shares - Restricted shares
= 300.000 - 150.000
= 150.000
Rasio free float = Free float / Outstanding shares
= 150.000 / 300.000
= 0,5
Maka, rasio free float saham perusahaan X adalah 0,5 atau 50% dari total saham yang diterbitkan.
Raih Keuntungan Lebih dengan Promo Ekstra Royal DepositoBPR by Komunal!
Dengan memahami konsep free float saham, kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih bijak, terutama jika tertarik untuk berinvestasi di pasar saham. Namun, jika kamu mencari instrumen investasi yang lebih aman dan stabil, deposito bisa menjadi pilihan tepat terutama jika baru memulai perjalanan investasi.
Terima kasih telah #PilihYangTepat dengan menabung deposito di DepositoBPR by Komunal. Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan loyal, DepositoBPR by Komunal akan semakin ekstra royal dengan berbagai promo dan penawaran menarik khusus di bulan ini.
Selain bunga kompetitif hingga 6,75% per tahun, kamu tentu akan #LebihUntung dengan mengikuti berbagai promo dan penawaran tersebut. Selain itu, keamanannya juga terjamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Sebagai contoh, jika kamu menyisihkan dana Rp7 juta untuk deposito di DepositoBPR by Komunal, berikut perhitungan keuntungannya:

Dari perhitungan tersebut, kamu bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp472.500 dalam 12 bulan. Untuk menambah keuntungannya, kamu bisa mengikuti promo ekstra royal dari DepositoBPR by Komunal khusus untuk pelanggan loyal. Jadi, jangan lewatkan keseruan dan kesempatannya, ya!




