blog
5 Jenis Fintech Paling Populer di Indonesia
Bhaskara Chandra Prasetya
29 Agustus 2022
5 Jenis Fintech Paling Populer di Indonesia
Di era digital seperti sekarang, ada banyak sekali jenis-jenis fintech di Indonesia yang tumbuh menjamur. Ditambah lagi pemerintah yang terus mendukung pertumbuhan industri fintech di Indonesia untuk memajukan ekonomi digital dengan regulasi yang dapat mendorong lahirnya inovasi terbaru dalam layanan keuangan digital. Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan perlindungan optimal terhadap masyarakat Indonesia sebagai pengguna layanan fintech. Bahkan, dilansir dari Kontan.Com, di tahun 2022 sebanyak Rp 25,4 triliun telah dialokasikan sebagai program pembangunan infrastruktur TIK.

Tapi, tahukah Anda bahwa saat ini setidaknya ada beberapa jenis-jenis fintech populer di Indonesia, yaitu crowdfunding, peer-to-peer landing,digital payment system, insurance technology, dan fintech aggregator. Seluruh jenis fintech di Indonesia tersebut masih didominasi oleh perusahaan rintisan (startup).


Sebelum kita membahas jenis-jenis fintech yang paling populer di Indonesia, penting untuk kita untuk memahami mengenai pengertian umum dan juga sejarah perkembangan fintech di Indonesia secara sederhana.



Pengertian Umum


Berdasarkan definisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fintech adalah sebuah inovasi pada industri jasa keuangan. Umumnya, perusahaan yang bergerak di bidang fintech di Indonesiamenciptakan produk yang memanfaatkan penggunaan teknologi dari hasil pengembangan sistem terintegrasi, sehingga dapat memudahkan berbagai transaksi keuangan.

Apabila dulu berbagai jenis fintech di Indonesiahanya mengaplikasikan teknologi dalam sistem back-end dari perusahaan keuangan, kini justru digunakan untuk memenuhi kepuasan pelanggan dan mengatasi berbagai permasalahan yang sering dihadapi konsumen. Dengan demikian, objektif dari fintech dewasa ini adalah berupaya menawarkan customer journey simplification, yaitu bagaimana pelanggan merasa lebih mudah dan praktis dalam berbagai aktivitas finansial. Dengan kata lain, perusahaan fintech di Indonesiakinisaling berlomba untuk memperbaiki sistem keuangan tradisional yang terkenal ribet.



Sejarah dan Perkembangan Fintech


Pada awalnya, fintech berkembang pada pertengahan abad ke-20, ketika komputer mulai sering dioperasikan oleh manusia yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan. Di saat yang bersamaan, sejumlah perusahaan di Amerika serta Eropa juga melakukan hal serupa di bidang keuangan dan perbankan. Singkatnya, pada tahun 1980-an, sebagian bank mulai beralih dari pencatatan data secara manual menjadi berbasis komputer. Kemajuan fintech menjadi kian signifikan di penghujung abad ke-20, ketika internet mulai berkembang dan digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari oleh masyarakat. Perkembangan internet ini kemudian mendorong lahirnya sejumlah e-commerce dan ekosistem banking secara online.


Perkembangan fintech di Indonesia sendiri diperkirakan mulai berkembang di tahun 2006 dan menjamur di tahun 2015 di mana setelah dibentuknya Asosiasi Fintech Indonesia (AFI). Hingga bulan Mei 2022, jumlah fintech yang telah terdaftar di AFI ada sebanyak 352 perusahaan dan diprediksi akan melonjak 78% selama setahun ke depan.


Jumlah populasi underbanked dan unbanked yang tinggi menjadi salah satu kesempatan Indonesia untuk menciptakan inovasi produk fintech di Indonesia yang dapat mendominasi dengan harapan mengatasi kesenjangan inklusi keuangan.



5 Jenis Fintech Paling Populer di Indonesia 


Meskipun terdapat berbagai macam fintech di dunia, namun setidaknya 5 jenis fintech yang paling populer di Indonesia.



1. Crowdfunding


Sesuai dengan namanya crowdfunding berarti pendanaan (funding) kolektif (crowd) yang dihimpun dari beberapa orang untuk selanjutnya disalurkan kepada peminjam. Secara umum, fintech jenis ini berupaya menyasar para pengusaha maupun UMKM pemula sebagai solusi keuangan alternatif.



2. Peer to Peer Lending


Peer to Peer (P2P) Lending menurut definisi dari OJK adalah platform online yang menyediakan fasilitas bagi pemilik dana (lender), untuk bisa memberikan pinjaman secara langsung kepada debitur (borrower) dengan imbal hasil (return) lebih tinggi. Sebaliknya,borrower bisa mengajukan kredit secara langsung kepada pemilik dana dengan syarat yang lebih mudah dan proses cepat. P2P Lending adalah salah satu jenis fintech di Indonesia yang tengah naik daun.

P2P lending dalam kategorinya masuk dalam instrumen investasi dengan keunggulan return yang cukup tinggi per tahunnya, namun Anda perlu memperhatikan profil serta risk appetite yang sesuai dengan panduan investasi sehingga pengguna dapat mengelolanya dengan baik. 



3. Digital Payment System


Sesuai namanya, digital payment system merupakan sistem pembayaran online atau dilakukan dengan pemanfaatan teknologi digital. Sehingga, transaksi jual beli tidak lagi menggunakan uang kertas fisik, melainkan dengan metode transfer dana. Sebut saja ketika kita hendak membayar tagihan listrik atau membeli pulsa, sekarang tidak perlu bersusah payah datang ke konter, namun dapat diakses secara mandiri melalui aplikasi digital payment.


4. Insurance Technology


Insurance Technology atau yang kerap disingkat insurtech adalah sistem penjualan atau pemasaran produk asuransi secara digital. Apabila dibandingkan dengan sektor keuangan lainnya, sebenarnya asuransi terbilang tidak begitu mengalami perubahan dibandingkan kondisinya 10 tahun lalu. Sehingga, pembaruan yang paling mungkin untuk dilakukan adalah berkaitan dengan proses penjualan atau pemasaran produk, yaitu yang sebelumnya secara onsite, sekarang bisa dilakukan melalui website atau aplikasi.


5. Fintech Aggregator


Fintech Aggregator dapat membantu masyarakat mencari dan menemukan berbagai produk sejenis dalam satu platform. Berfungsi sama dengan marketplace, sehingga pengguna bisa membandingkan keunggulan dari masing-masing produk finansial.




Dari kelima jenis di atas fintech di Indonesia, fintech aggregator seringkali disalahtafsirkan oleh sebagian orang. Salah satunya DepositoBPR by Komunal, sebagai penghubung di antara Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di seluruh Indonesia dengan calon deposan. Sistem kerja DepositoBPR by Komunal sebagai penghubung di mana memungkinkan calon deposan untuk bisa memilih berbagai macam penawaran produk deposito dari seluruh BPR di Indonesia. Dalam DepositoBPR by Komunal, terdapat beragam mitra BPR yang dapat Anda pilih. Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan ketika memilih mitra BPR.




Itulah sederet penjelasan mengenai 5 Jenis Fintech Paling Populer di Indonesia. Jenis fintech manakah yang sering Anda dengar? Kalian pastinya sudah mengunduh berbagai aplikasi dari berbagai jenis fintech di Indonesia, kan? Namun, perlu untuk tetap diperhatikan ya, walaupun saat ini banyak jenis fintech di Indonesia yang berkembang, Anda perlu berhati-hati dalam memilih.


Jangan sampai, Anda memilih perusahaan yang salah sehingga berbuntut kerugian yang besar.


Berbicara dengan aman dan nyaman, tentunya DepositoBPR by Komunal bisa jadi pilihan dalam berinvestasi. Selain sudah tercatat dan diawasi OJK, DepositoBPR by Komunal juga aman karena telah dijamin oleh LPS. Tidak hanya sampai disitu, Anda juga bisa mendapatkan bunga tinggi hingga 6% p.a!


share

Bagikan