Perilaku Konsumtif: Ciri, Sebab, Dampak, dan Mengatasinya

blog

Perilaku Konsumtif: Ciri, Sebab, Dampak, dan Mengatasinya

DepositoBPR by Komunal

24 Juli 2024

Konsumtif adalah kecenderungan untuk membelanjakan lebih banyak uang dalam memenuhi keinginan daripada kebutuhan, sebuah perilaku yang kian marak di era serba mudah ini. Kemajuan zaman telah memungkinkan semua orang, dari generasi tertua hingga generasi Z, untuk dengan mudah memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Namun, ironisnya, kepraktisan ini juga menumbuhkan dampak negatif berupa gaya hidup yang cenderung boros dan berlebihan.


Orang menghabiskan uang ketika mereka memilikinya. Dan orang-orang tertentu menghabiskan lebih banyak uang ketika mereka memiliki lebih banyak. Ketika seseorang maju ke posisi yang lebih tinggi dengan gaji yang lebih baik di tempat kerja, pengeluaran bulanan mereka biasanya juga akan mengikuti. Ini biasa disebut sebagai inflasi gaya hidup yang bisa saja termasuk kedalam gaya hidup konsumtif.


Jika hal ini terjadi pada Anda, itu bisa menjadi masalah. Anda mungkin masih dapat membayar tagihan Anda, tetapi kemampuan Anda untuk mengubah gaji Anda yang lebih tinggi menjadi cara untuk membangun kekayaan menjadi sangat terbatas. Seperti apa sih gaya hidup konsumtif itu? simak penjelasannya di bawah!



Apa itu Perilaku Konsumtif?


Gaya hidup konsumtif adalah tindakan atau gaya hidup seseorang yang senang menggunakan uangnya tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Mulai dari memberi barang hingga kebutuhan atau keinginan secara berlebihan.


Contoh Perilaku Konsumtif


Berdasarkan penjelasan di diatas dapat diketahui seperti apa contoh gaya hidup konsumtif. Berikut beberapa contoh dan indikator yang dapat Anda pahami untuk menghindari perilaku konsumtif ini.


  1. 1.

    Menggunakan uang yang berlebihan, hanya untuk memiliki barang-barang yang tidak begitu dibutuhkan.


  1. 2.

    Keinginan untuk belanja terus menerus yang sulit dikendalikan.


  1. 3.

    Membeli keperluan berlebihan dan menyebabkan boros


  1. 4.

    Merasa ingin memiliki gaya hidup yang sama dengan orang lain yang berada lebih tinggi.


  1. 5.

    Menabung seadanya


  1. 6.

    Tidak mempertimbangkan masa depan.


  1. 7.

    Tidak memikirkan dana darurat


  1. 8.

    Sulit untuk membedakan keinginan dan kebutuhan


Secara singkat dapat diilustrasikan ketika seseorang sebelumnya menyewa apartemen yang nyaman 1 juta per bulan, ketika mereka mendapatkan kenaikan pangkat atau gaji, orang yang memiliki gaya hidup konsumtif mungkin mencari apartemen yang lebih baik dengan harga per bulan jauh lebih tinggi dengan fasilitas yang lebih meskipun tidak membutuhkannya.


Apartemen lama memadai (kondisi baik, lokasi yang layak dan fasilitas yang sesuai kebutuhan) tetapi yang baru berada di gedung dengan lebih banyak fasilitas yang terletak di lingkungan yang lebih sejuk dan trendi. Mereka memilih hidup dengan biaya yang lebih mahal, bukan karena kebutuhan.



Dampak Buruk Perilaku Konsumtif


1. Memiliki Hutang


Gaya hidup konsumtif menjadikan Anda hanya memiliki sedikit sisa atau bahkan tidak ada untuk ditabung. Tanpa tabungan, pengeluaran apa pun, mulai dari perbaikan kendaraan yang tidak terduga hingga membayar tagihan dapat membuat Anda berhutang.


2. Hidup Menjadi Lebih Stress


Jika dipikir-pikir, menjalani gaya hidup konsumtif dan tidak menabung bisa membuat Anda merasa terjebak atau kewalahan di kemudian hari. Kehidupan pribadi, keuangan, dan profesional Anda dapat menderita karena kurangnya tabungan. Pentingnya menyisihkan uang untuk menabung lebih dari sekadar membayar tagihan yang tidak terduga dan dapat mempengaruhi kualitas hidup Anda sehari-hari.


3. Tidak Memiliki Opsi yang Layak jika terkena PHK


Tidak ada yang menginginkan untuk terkena PHK,namun, selalu ada kemungkinan kehilangan pekerjaan Anda secara tidak terduga. Keadaan darurat keuangan seperti ini menjadi alasan penting untuk menggunakan uang Anda sebaik mungkin. Pentingnya menyimpan uang dari gaji Anda ketika Anda bekerja dan mengurangi gaya hidup konsumtif.


4. Sulit Mencapai Kebebasan Finansial


Salah satu faktor pembatas paling kuat dalam hidup adalah tidak mempertimbangkan saat menggunakan uang. Dengan sisa uang yang tidak banyak, akan sulit untuk meningkatkan pilihan dan fleksibilitas dan mencapai kebebasan finansial.



Tips Mengatasi Perilaku Konsumtif


1. Menghabiskan Lebih Sedikit Uang untuk Belanja


Makanan adalah pengeluaran yang dibutuhkan tetapi seringkali tidak direncanakan dengan baik. Luangkan waktu untuk membuat menu setiap minggu, lalu belanja bahan-bahan sesuai catatan saja. Ini membantu untuk memperhitungkan semua makanan yang akan dimakan termasuk sarapan hingga makan malam.


Memiliki catatan menu akan membantu memastikan Anda hanya membeli barang-barang yang Anda butuhkan dan menghindari pembelian impulsif dan menghindari gaya hidup konsumtif.


2. Mengurangi Pengeluaran Bulanan


Lihatlah di mana Anda menghabiskan uang setiap bulan. Apakah Anda melakukan gaya hidup konsumtif dengan membuang-buang uang untuk keanggotaan gym yang ingin Anda gunakan tetapi tidak pernah melakukannya? Apakah Anda berlangganan majalah yang tidak pernah Anda miliki waktu untuk membacanya? memahami dengan cermat ​​pada langganan dan layanan yang sebenarnya tidak Anda gunakan atau butuhkan adalah cara yang baik untuk menghemat.


3. Hindari Pembelian Impulsif


Sangat mudah untuk melihat sesuatu yang Anda inginkan, keluarkan kartu kredit dan beli. Pembelian impulsif ini dapat bertambah sebelum Anda menyadarinya, Anda telah mengeluarkan uang terlalu banyak. Salah satu solusinya adalah hanya membawa uang tunai.


Penelitian menunjukkan orang-orang menghabiskan lebih sedikit ketika mereka membayar dengan uang tunai karena mereka merasakan "tidak enaknya membayar." Tentukan berapa banyak uang yang dapat Anda belanjakan selama jangka waktu tertentu, tarik jumlah itu dan tinggalkan kartu kredit atau debit Anda di rumah. Saat Anda membeli barang, gunakan uang tunai saja. Jika Anda kehabisan uang tunai, pastikan untuk tidak ada pembelian sampai waktu uang yang sudah dianggarkan habis.


4. Menghabiskan Lebih Sedikit untuk Hiburan


Menghabiskan lebih sedikit tidak harus berarti mengorbankan kesenangan! Cari aktivitas gratis untuk dinikmati, perjalanan ke taman, menghadiri festival gratis, atau bersepeda bersama teman.


Daripada pergi ke bioskop dan menghabiskan uang untuk tiket dan makanan ringan, pergilah ke perpustakaan setempat. Toko buku bekas juga dapat menawarkan penghematan besar pada fiksi dan musik favorit Anda.


Dan mungkin Anda tidak perlu merencanakan liburan panjang dengan naik pesawat, hotel, dan taman hiburan yang mahal. Menemukan sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan di dekat rumah bisa menjadi solusi atau menggunakan uang Anda untuk berinvestasi melalui deposito online akan jauh lebih baik.


5. Menghemat Tagihan Listrik


Banyak rumah memiliki "penyedot energi", barang-barang yang menarik energi bahkan jika tidak digunakan. Hal-hal ini termasuk pengisi daya telepon, komputer, pembuat kopi, dan pemanggang roti. Pakar hemat energi menyarankan untuk mencolokkannya ke soket ekstensi yang secara otomatis memutus daya ke perangkat yang berada dalam mode siaga. Perubahan kecil ini dapat memotong konsumsi daya dan menghemat uang Anda.


Memilih bahkan melakukan suatu perubahan terhadap gaya hidup konsumtif dapat meningkatkan penghasilan Anda setiap bulan, memungkinkan Anda menggunakan uang itu untuk menabung atau melakukan investasi online.

Nah itu dia, penjelasan mengenai gaya hidup konsumtif yang perlu Anda ketahui. Mulai investasikan uang Anda dengan DepositoBPR by Komunal yang sudah terjamin oleh LPS, Kunjungi websitenya dan dapatkan suku bunga impian Anda!

share

Bagikan

Layanan Pengaduan Konsumen

PT. Komunal Sejahtera Indonesia

Telepon : (+62) 31 9921 0252

WhatsApp : +62-851-6310-6672

Email : [email protected]

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI

WhatsApp : +62-853-1111-1010

woman
Powered By
komunal-footer