Blog
Cara Menghitung Laju Inflasi Paling Akurat dan Cepat
DepositoBPR by Komunal
19 Jan 2026
Apakah kamu tahu cara menghitung laju inflasi? Metode ini biasa digunakan oleh pemerintah untuk mengetahui persentase tingkat kenaikan harga pada suatu periode.
Dengan mengetahui tingkat kenaikan harga tersebut, kamu bisa memberikan keputusan terkait pengembangan usaha secara lebih tepat.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara menghitung laju inflasi, yuk baca artikel berikut!
Apa itu Laju Inflasi?
Sebelum memahami lebih lanjut tentang cara menghitung laju inflasi, sebaiknya cari tahu dulu pengertiannya.
Inflasi adalah situasi saat harga barang di pasar mengalami kenaikan yang signifikan dalam periode tertentu.
Akibat terjadinya inflasi, nilai uang suatu negara akan mengalami penurunan. Kondisi ini tentunya sangat merugikan perekonomian negara.
Adapun pengertian laju inflasi adalah persentase kenaikan harga barang antar periode.
Laju inflasi ini diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk mengetahui perubahan pada suatu barang atau jasa.
Pada umumnya, kenaikan laju inflasi bisa menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, karena nilai mata uang yang rendah, sedangkan harga barang relatif tinggi.
Penyebab Peningkatan Laju Inflasi
Meningkatnya laju inflasi pada suatu negara bisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Adapun beberapa penyebab peningkatan laju inflasi adalah sebagai berikut.
Peningkatan Biaya Produksi
Salah satu penyebab kenaikan laju inflasi adalah peningkatan biaya produksi atau cost pull inflation.
Biasanya, peningkatan biaya produksi ini terjadi ketika harga bahan baku mengalami kenaikan atau stoknya yang cukup terbatas.
Akibatnya, harga barang atau jasa yang dijual pun juga mengalami kenaikan, sehingga bisa meningkatkan laju inflasi.
Peningkatan Permintaan
Penyebab peningkatan laju inflasi berikutnya adalah adanya kenaikan permintaan terhadap suatu produk barang atau jasa.
Lonjakan permintaan ini bisa terjadi karena kebutuhan terhadap produk tersebut semakin bertambah atau adanya keterbatasan stok di pasaran.
Peningkatan Jumlah Uang Beredar
Terakhir, penyebab kenaikan laju inflasi adalah peningkatan jumlah uang yang beredar di lingkungan masyarakat, sehingga melebihi kebutuhan hariannya.
Kondisi ini adalah penyebab utama terjadinya kenaikan laju inflasi pada suatu negara. Itulah mengapa, peredaran uang perlu dikendalikan oleh pemerintah.
Rumus Menghitung Laju Inflasi
Nah, sebelum mengetahui cara menghitung laju inflasi, kamu perlu memahami rumusnya terlebih dulu.
Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan di atas, laju inflasi bisa dihitung menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode sekarang dan sebelumnya.
Melalui IHK, kamu bisa mengukur rata-rata harga dari barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen.
Adapun rumus menghitung laju inflasi adalah sebagai berikut.
Laju Inflasi = [(IHK sekarang - IHK sebelumnya) / IHK sekarang] x 100%
Di samping itu, ada pula rumus rata-rata kenaikan laju inflasi per tahunnya, yaitu sebagai berikut.
Rata-Rata Kenaikan Inflasi per Tahun = Laju Inflasi / Selisih Periode
Baca juga: Apa itu Cash Flow? Ini Pengertian, Jenis & Tips Mengelolanya
Cara Menghitung Laju Inflasi
Lantas, bagaimana cara menghitung inflasi? Pada dasarnya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghitung laju inflasi, yaitu sebagai berikut.
Menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk mengetahui rata-rata harga.
Menghitung besarnya perubahan harga barang atau deflator PDB, lalu membaginya dengan IHK periode saat ini.
Mencari total laju inflasi dengan cara menghitung persentase hasil pengukuran IHK.
Untuk meningkatkan pemahamanmu, berikut ini adalah contoh kasus cara menghitung laju inflasi.
Pada tahun 2015, harga BBM Pertalite per liternya adalah sebesar Rp7.650. Pada tahun 2023, terjadi kenaikan harga di pasaran, sehingga BBM Pertalite dijual senilai Rp10.000.
Berdasarkan data harga tersebut, bagaimana cara menghitung laju inflasi dari harga BBM Pertalite yang mengalami kenaikan dalam kurun waktu 8 tahun?
Nah, untuk menyelesaikan contoh kasus di atas, kamu bisa menghitungnya dengan rumus inflasi.
Adapun contoh perhitungan inflasi dari harga BBM Pertalite adalah sebagai berikut.
Laju Inflasi = [(IHK sekarang - IHK sebelumnya) / IHK sekarang] x 100%
Laju Inflasi = [(Rp10.000 - Rp7.650) / Rp10.000] x 100%
Laju Inflasi = [Rp2.350 / Rp10.000] x 100%
Laju Inflasi = 0,235 x 100%
Laju Inflasi = 23,5%
Rata-Rata Kenaikan Inflasi per Tahun = Laju Inflasi / Selisih Periode
Rata-Rata Kenaikan Inflasi per Tahun = 23,5% / 8
Rata-Rata Kenaikan Inflasi per Tahun = 2,9%
Jadi, berdasarkan contoh perhitungan inflasi di atas, laju inflasi BBM Pertalite dari tahun 2015 sampai 2023 adalah sebesar 23,5%. Lalu, rata-rata kenaikan inflasi per tahunnya adalah sebesar 2,9%.
Dengan begitu, BBM Pertalite dianggap memiliki kenaikan inflasi yang tergolong ringan. Sebab, dalam kurun waktu 8 tahun, total kenaikannya tidak lebih dari 10%.
Cara Menurunkan Laju Inflasi
Selain mengerti cara menghitung laju inflasi, kamu tentu harus tahu tips menurunkannya, sehingga harga barang di pasaran bisa lebih terkendali.
Adapun cara menurunkan laju inflasi adalah sebagai berikut.
Pemerintah perlu menetapkan harga maksimum untuk keseluruhan barang di pasaran.
Melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi perdagangan untuk menghindari penyimpanan stok barang secara berlebihan yang bisa mengakibatkan terjadinya kelangkaan.
Menambah jumlah produksi ketika terjadi peningkatan permintaan barang.
Melakukan pelonggaran perdagangan impor untuk membantu mencukupi kebutuhan barang di dalam negeri saat terjadi keterbatasan stok.
Demikian penjelasan terkait pengertian, rumus inflaso, dan cara menghitung laju inflasi.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, laju inflasi bisa memengaruhi perekonomian negara.
Nah, salah satu cara menghadapi laju inflasi agar nilai aset tidak mengalami penurunan adalah lewat investasi.
Jika tertarik untuk melakukan investasi, kamu bisa mencobanya lewat aplikasi DepositoBPR by Komunal.
Dengan menggunakan aplikasi tersebut, uangmu akan #LebihAman, karena DepositoBPR by Komunal telah dijamin oleh LPS.
Untuk itu, tak perlu ragu lagi, segera berinvestasi mulai sekarang dan jadi #LebihUntung bersama DepositoBPR by Komunal!
Baca juga: 8 Peranan Arus Kas dalam Perusahaan dan Perkembangan Bisnis




