Apakah Deposito Aman? Ketahui 10 Kelebihan dan Kekurangannya

blog

Apakah Deposito Aman? Ketahui 10 Kelebihan dan Kekurangannya

DepositoBPR by Komunal

29 Oktober 2023

Walaupun belakangan ini ramai diperbincangkan, masih banyak yang bertanya apakah deposito aman.


Deposito adalah produk simpanan berjangka pada suatu bank dengan ketentuan penarikan yang tidak bisa dicairkan secara fleksibel.

Berbeda dengan tabungan reguler, deposito memiliki syarat penarikan yang hanya dapat dilakukan sesuai kesepakatan awal, misalnya dalam 1, 3, 6, atau 12 bulan.


Walau demikian, banyak masyarakat memilih deposito sebagai instrumen investasi reliable karena dipercaya memiliki bunga yang lebih besar dibandingkan tabungan.


Namun, mari kita kembali ke pertanyaan, apakah deposito aman? Dan, siapakah yang bisa menjamin instrumen investasi satu ini?


Untuk menjawab deposito aman atau tidak, mari simak pembahasan pada artikel di bawah ini.


Apakah Deposito Aman?


Deposito aman atau tidak? Pada dasarnya, deposito merupakan salah satu fasilitas bank yang berbeda dengan tabungan debit secara umum.


Deposito adalah produk simpanan pada suatu bank yang ketentuan penyetoran dan penarikannya terbatas.


Biasanya, orang melakukan investasi deposito untuk mendapatkan suku bunga yang relatif besar setelah mencapai jangka waktu tertentu.


Untuk menjawab apakah deposito aman, ada baiknya kamu melakukan survei kecil-kecilan agar mengetahui reputasi bank penyedia produk simpanan tersebut.


Umumnya, penyedia layanan harus sudah tercatat dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Serta, proses deposito mestinya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).


Bila sudah memastikan bahwa bank mendapatkan penjaminan dari LPS serta tercatat dan diawasi oleh OJK, kamu tidak perlu khawatir lagi terhadap pertanyaan, apakah deposito aman atau tidak?


Kelebihan dan Kekurangan Deposito


10 Kelebihan Deposito


Selain pelaksanaannya yang dijamin oleh LPS agar memastikan nasabahnya tidak merugi ketika bank mengalami kebankrutan, deposito memiliki beberapa kelebihan lainnya.


Supaya menjawab apakah deposito aman, ada beberapa pertimbangan menarik bagi kamu yang ingin berinvestasi, di antaranya yakni:


1. Keamanan yang Tinggi


Deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu. Hal ini memberikan rasa aman bagi investor, terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Risiko kehilangan dana sangat minim dibandingkan dengan investasi lainnya.


Baca Juga: Buka Deposito Tanpa Rekening? Di DepositoBPR by Komunal Aja!

2. Bunga Tetap


Suku bunga deposito biasanya tetap selama jangka waktu tertentu, sehingga investor bisa memprediksi hasil yang akan didapatkan. Ini memberikan kepastian pengembalian yang stabil. Suku bunga yang tetap juga melindungi dari fluktuasi pasar.


3. Tidak Tergantung pada Fluktuasi Pasar


Deposito tidak terpengaruh oleh naik-turunnya pasar saham atau obligasi, sehingga menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang ingin menghindari risiko pasar. Nilai pokok investasi tetap terjaga. Hal ini cocok untuk investor yang menghindari volatilitas tinggi.


4. Fleksibilitas Jangka Waktu


Deposito menawarkan berbagai pilihan jangka waktu, mulai dari satu bulan hingga beberapa tahun, sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan investor. Fleksibilitas ini memudahkan perencanaan keuangan jangka pendek maupun panjang.


5. Likuiditas yang Baik


Meskipun dana dalam deposito tidak bisa diambil sewaktu-waktu tanpa penalti, investor masih bisa mencairkannya sebelum jatuh tempo dengan syarat dan ketentuan tertentu. Ini memberikan opsi likuiditas jika dibutuhkan mendesak.


6. Mudah Dikelola


Mengelola deposito relatif mudah dan tidak memerlukan pengetahuan khusus tentang pasar keuangan. Cukup buka rekening deposito di bank dan pilih jangka waktu yang diinginkan. Bank akan mengurus sisanya, termasuk penghitungan bunga.


7. Diversifikasi Investasi


Deposito dapat menjadi bagian dari portofolio investasi yang terdiversifikasi, membantu mengurangi risiko keseluruhan. Diversifikasi ini penting untuk mencapai keseimbangan antara risiko dan pengembalian.


8. Sumber Pendapatan Pasif


Deposito memberikan bunga secara periodik, yang bisa menjadi sumber pendapatan pasif bagi investor. Pendapatan ini bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau diinvestasikan kembali.


9. Tidak Ada Biaya Pengelolaan


Berbeda dengan beberapa investasi lainnya, deposito biasanya tidak memiliki biaya pengelolaan. Semua bunga yang diperoleh merupakan keuntungan bersih bagi investor.


10. Pilihan untuk Perpanjangan Otomatis


Banyak bank menawarkan opsi perpanjangan otomatis pada deposito, sehingga investor tidak perlu khawatir tentang mengatur ulang investasi setelah jatuh tempo. Ini memudahkan pengelolaan investasi berkelanjutan tanpa intervensi langsung.


10 Kekurangan Deposito


Tentunya, setiap produk simpanan pada bank memiliki kelebihan maupun kekurangan masing-masing.


Dengan kata lain, meskipun diyakini sebagai instrumen yang relatif aman, bukan berarti deposito tidak memiliki risiko sama sekali.


Beberapa hal berikut bisa menjadi pertimbangan bagi kamu untuk menjawab apakah deposito aman atau tidak.


1. Bunga yang Relatif Rendah


Deposito umumnya menawarkan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti saham atau reksadana. Ini berarti potensi keuntungan dari deposito tidak setinggi investasi yang memiliki risiko lebih tinggi. Hal ini dapat mengurangi daya tarik bagi investor yang mencari pengembalian yang lebih besar.


Baca Juga: 7 Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi Sederhana, Anti Ribet!

2. Kurang Fleksibel


Deposito memiliki jangka waktu tertentu, sehingga dana tidak bisa diakses sewaktu-waktu tanpa terkena penalti. Ini bisa menjadi kendala bagi investor yang membutuhkan likuiditas tinggi. Pengambilan dana sebelum jatuh tempo sering kali mengurangi keuntungan bunga.


3. Potensi Keuntungan Terbatas


Keuntungan dari deposito terbatas pada suku bunga yang ditetapkan. Tidak ada potensi untuk mendapatkan keuntungan tambahan dari kenaikan nilai aset seperti pada saham atau properti. Hal ini membuat deposito kurang menarik dalam jangka panjang bagi investor yang ingin pertumbuhan modal yang lebih besar.


4. Terdampak Inflasi


Meskipun deposito memberikan bunga tetap, inflasi dapat mengurangi nilai riil dari pengembalian yang diperoleh. Jika tingkat inflasi lebih tinggi dari suku bunga deposito, nilai uang yang disimpan bisa tergerus daya belinya. Ini berarti daya beli dari hasil investasi bisa menurun seiring waktu.


5. Biaya Penalti


Mengambil dana sebelum jatuh tempo biasanya dikenai penalti, yang bisa mengurangi keuntungan atau bahkan pokok dari deposito. Penalti ini dirancang untuk mendorong investor mematuhi jangka waktu yang telah disepakati. Hal ini dapat menjadi kerugian bagi investor yang membutuhkan akses cepat ke dana mereka.


6. Pertumbuhan Modal yang Lambat


Deposito tidak cocok bagi investor yang mencari pertumbuhan modal cepat. Sifatnya yang konservatif membuatnya lebih cocok untuk pelestarian modal daripada peningkatan signifikan dalam jangka pendek. Ini kurang ideal bagi mereka yang memiliki target keuangan agresif.


7. Pajak atas Bunga


Bunga yang diperoleh dari deposito biasanya dikenakan pajak, yang mengurangi keuntungan bersih yang didapatkan investor. Beban pajak ini membuat deposito kurang menarik dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi yang mungkin menawarkan keuntungan pajak yang lebih baik.


8. Tidak Ada Keuntungan Kapital


Tidak seperti saham atau properti, deposito tidak memberikan keuntungan kapital dari kenaikan harga aset. Pengembalian hanya berasal dari bunga yang dibayarkan oleh bank. Ini membuat deposito kurang dinamis dalam hal potensi keuntungan.


9. Tidak Menarik Bagi Investasi Jangka Panjang


Untuk investor jangka panjang yang menginginkan pertumbuhan modal yang signifikan, deposito mungkin bukan pilihan terbaik. Instrumen investasi lain, seperti saham atau reksadana, cenderung menawarkan pertumbuhan yang lebih tinggi meskipun dengan risiko yang lebih besar.


10. Ketergantungan pada Kondisi Ekonomi


Suku bunga deposito sering kali dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro. Dalam kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan, suku bunga deposito cenderung rendah, yang berarti pengembalian yang lebih rendah bagi investor. Hal ini membuat deposito tidak selalu memberikan pengembalian yang stabil di semua kondisi ekonomi.


Jadi, Deposito Aman Atau Tidak?


Deposito umumnya dianggap aman karena beberapa alasan utama:


1. Dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)


Di banyak negara, termasuk Indonesia, deposito dijamin oleh lembaga penjamin simpanan hingga batas tertentu. Ini berarti jika bank tempat Anda menaruh deposito mengalami masalah atau bangkrut, dana Anda tetap akan aman hingga jumlah yang dijamin oleh LPS.


2. Risiko Pasar yang Rendah


Deposito tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar seperti saham atau obligasi. Nilai pokok investasi Anda tetap aman, dan Anda akan mendapatkan bunga tetap selama jangka waktu yang telah ditentukan. Ini menjadikannya pilihan yang stabil dalam kondisi pasar yang bergejolak.


3. Keuntungan Tetap


Dengan deposito, Anda mendapatkan bunga yang telah ditetapkan pada awal penempatan dana. Ini memberikan kepastian pengembalian yang stabil dan memudahkan perencanaan keuangan.


4. Kurangnya Risiko Kredit


Deposito pada umumnya tidak melibatkan risiko kredit yang tinggi karena uang Anda dipinjamkan kepada bank, yang biasanya memiliki peringkat kredit yang lebih baik dibandingkan peminjam individu atau perusahaan yang Anda temui di pasar obligasi atau saham.


Namun, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan:


1. Inflasi


Deposito memberikan bunga tetap, tetapi inflasi dapat mengurangi nilai riil dari pengembalian yang Anda peroleh. Jika inflasi lebih tinggi dari bunga deposito, daya beli uang Anda bisa menurun.


2. Penalti untuk Pencairan Awal


Jika Anda perlu mencairkan dana sebelum jatuh tempo, Anda mungkin akan dikenakan penalti yang bisa mengurangi keuntungan atau bahkan pokok deposito.


3. Potensi Keuntungan Terbatas


Deposito umumnya memberikan bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan instrumen investasi lain yang memiliki risiko lebih tinggi, seperti saham atau reksadana. Ini berarti potensi keuntungan Anda terbatas.


Secara keseluruhan, deposito adalah pilihan yang sangat aman untuk melindungi modal dan mendapatkan pengembalian yang stabil, terutama bagi mereka yang memiliki toleransi risiko rendah. Namun, untuk mendapatkan pertumbuhan modal yang lebih tinggi dan mengalahkan inflasi, investor mungkin perlu mempertimbangkan diversifikasi ke instrumen investasi lain yang lebih berisiko.


Demikian penjelasan lengkap mengenai apakah deposito aman atau tidak yang ditimbang dari sisi kelebihan dan kekurangannya.


Sebagian orang percaya bahwa melakukan deposito bisa membantu proses menabung karena pendapatan per tenor yang akumulatif.


Sejalan dengan hal tersebut, deposito aman dan menguntungkan bagi kamu yang ingin mencari instrumen investasi jangka pendek bagi pemula.


Nah, kamu tidak perlu lagi khawatir di mana memilih tempat deposito yang aman untuk meraup hasil berlipat-lipat, karena ada DepositoBPR by Komunal.

Selain dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), seluruh produk deposito BPR yang tersedia di DepositoBPR by Komunal juga menawarkan imbal hasil tinggi hingga mencapai 6,75% p.a!

So, tunggu apalagi? Yuk, raih cuan dan jadilah jutawan muda bersama DepositoBPR by Komunal, dijamin #LebihUntung dan #LebihAman!



share

Bagikan

Layanan Pengaduan Konsumen

PT. Komunal Sejahtera Indonesia

Telepon : (+62) 31 9921 0252

WhatsApp : +62-851-6310-6672

Email : [email protected]

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI

WhatsApp : +62-853-1111-1010

woman
Powered By
komunal-footer