Blog
Return of Investment (ROI), Ini Manfaat & Cara Menghitungnya
DepositoBPR by Komunal
21 Feb 2026
Pernah mendengar apa itu ROI sebelumnya? ROI atau return of investment adalah suatu matriks yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi keuntungan dari suatu investasi.
Matriks ini umumnya digunakan untuk menilai kesuksesan suatu bisnis dalam menjalankan usaha dan mengelola investasi yang didapatkan. Selain itu, ROIjuga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam mengelola keuangan usaha.
Yuk, kenali apa itu return of investment selengkapnya dengan menyimak pembahasan berikut ini sampai tuntas! Check this out.
Apa itu Return of Investment (ROI)?
Return of investment atau ROI adalah persentase yang menandakan penurunan maupun kenaikan investasi yang ditanamkan pada suatu usaha selama jangka waktu tertentu.
Singkatnya, ROI dapat menggambarkan efisiensi sebuah investasi pada suatu perusahaan, seperti:
Apakah laba yang diperoleh sudah lebih besar daripada nilai investasi?
Apakah investasi dalam bentuk research and development, promotion, maupun tenaga sales telah mendatangkan keuntungan atau malah merugi?

Manfaat Return of Investment
Terdapat sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dengan menganalisis return of investment, mulai dari efisiensi anggaran, menentukan target bisnis yang realistis, hingga sebagai bahan pertimbangan ekspansi bisnis. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Efisiensi Anggaran
Manfaat ROI yang pertama adalah dapat digunakan untuk efisiensi anggaran. Dengan menghitung dan mengevaluasi ROI, kamu bisa mengalokasikan ulang anggaran yang sekiranya membutuhkan perhatian lebih.
Secara tidak langsung, hal ini juga dapat memastikan bisnismu tidak mengeluarkan uang berlebih untuk aspek-aspek yang tidak efektif dalam memberikan keuntungan.
2. Menentukan Target Bisnis yang Lebih Realistis
Pada dasarnya, ROI sangat berkaitan dengan rencana strategi serta target bisnis secara keseluruhan. Maka dari itu, jika analisis menunjukkan hasil ROI yang kurang baik, kamu bisa menyusun kembali rencana dan target bisnis yang lebih realistis.
3. Membantu Merencanakan Strategi yang Tepat
Jika kamu menemukan respons konsumen tidak sesuai dengan harapan, sebaiknya sesuaikan kembali strategi bisnismu dengan baik.
Dalam hal ini, analisis ROI bisa membantumu untuk memperkirakan apa saja titik kritis dari strategi yang akan dijalankan. Dengan begitu, kamu bisa mempersiapkan langkah-langkah mitigasi dari titik kritis tersebut.
4. Bahan Pertimbangan Ekspansi Bisnis
Fungsi ROI yang terakhir namun tidak kalah penting adalah dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan ekspansi bisnis.
Misalnya, jika analisis ROI menunjukkan hasil yang baik dan memiliki potensi berkembang, mungkin saja pelaku bisnis akan mempertimbangkan hal tersebut untuk merekrut staf baru atau bahkan membuka cabang di daerah lain.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Return of Investment
Secara umum, nilai return of investment suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu profit margin, turnover operating assets, receivable turnover, serta inventory turnover.
Profit margin: Persentase laba bersih dari total pendapatan atau penjualan.
Turnover operating assets: Tingkat efisiensi perusahaan dalam mengelola kas.
Receivable turnover: Rasio perputaran piutang.
Inventory turnover: Radio perputaran persediaan.
Cara Menghitung Return of Investment
Dari sisi perusahaan, cara menghitung return of investment membutuhkan informasi mengenai laba bersih dan total biaya investasi. Jika dijabarkan dengan rumus, berikut cara menghitung ROI perusahaan:
ROI = (laba bersih/biaya investasi) x 100%
Sebagai contoh, jika perusahaan A mendapatkan investasi sebesar Rp100 juta dan memperoleh laba bersih senilai Rp40 juta dalam satu tahun terakhir, maka nilai ROI dari perusahaan tersebut adalah:
ROI = (Rp40 juta/Rp100 juta) x 100%
ROI = 40%
Sementara bagi investor, perhitungan ROI umumnya dilakukan sesuai dengan nilai di masa lalu, masa sekarang, dan perkiraan masa mendatang (forecast). Berikut rumusnya:
ROI = [(nilai sekarang - biaya investasi) / biaya investasi] x 100%
Contohnya, Nika menginvestasikan uang pada saham suatu perusahaan sebesar Rp50 juta. Satu tahun kemudian, Nika menjual saham tersebut dengan harga Rp74 juta kepada orang orang. Maka ROI yang didapatkan adalah:
ROI = [(Rp74 juta - Rp50 juta)/Rp50 juta] x 100%
ROI = 48%
Itu dia penjelasan lengkap mengenai return of investment, manfaat, faktor yang memengaruhi, hingga cara menghitungnya. Pada dasarnya, ROI memang memiliki peran penting untuk melakukan efisiensi anggaran serta mengoptimalkan strategi dalam berbisnis.
Di samping itu, untuk memaksimalkan dana dalam anggaran bisnis, kamu juga bisa berinvestasi dan mengembangkan aset usahamu melalui DepositoBPR by Komunal.
DepositoBPR by Komunal menyediakan produk deposito BPR yang menawarkan suku bunga tinggi, yaitu mencapai 6,75% per tahun. Tenang aja, persentase tersebut sudah sesuai dengan suku bunga yang dijamin oleh LPS, kok. Jadi, danamu akan #LebihAman.
Keuntungan yang didapatkan dari deposito BPR juga cenderung stabil. Alhasil, kamu bisa terus menjalankan operasional usahamu tanpa harus terganggu dan repot-repot menganalisis grafik harian.
Makanya, #PilihYangTepat dengan menggunakan DepositoBPR by Komunal dan nikmati #SimpananRasaInvestasi sekarang juga!




