Cara Menghitung Pajak Bunga Deposito, Beserta Rumusnya!

blog

Cara Menghitung Pajak Bunga Deposito, Beserta Rumusnya!

DepositoBPR by Komunal

29 April 2022

Tahukah Anda mengenai pajak bunga deposito? Deposito menjadi salah satu instrumen investasi yang digemari masyarakat, terutama untuk investor yang mengutamakan keamanan dalam menyimpan dananya. Namun, tak banyak orang yang menyadari bahwa dibalik itu semua terdapat pajak bunga deposito di dalamnya.


Dalam instrumen investasi deposito, bunga deposito dijadikan debagai objek pajak, sehingga total uang akhir yang Anda hasilkan sudah dikenai biaya potongan pajak.


Untuk mengetahui selengkapnya, simak pengertian pajak bunga deposito, beserta rumus dan cara menghitungnya di artikel berikut ini.


Apa Itu Pajak Bunga Deposito?


Pajak bunga deposito adalah pajak yang harus Anda bayarkan atas bunga yang diperoleh dari deposito di bank.


Hal yang perlu Anda ketahui sebelum menginvestasikan dana anda menggunakan deposito adalah dana akhir yang akan Anda dapatkan setelah jatuh tempo dan setelah dipotong pajak.


Sehingga Anda tidak perlu merasa heran apabila saat mencairkan saldo deposito, nilai suku bunga yang diterima tidak sesuai dengan perhitungan diawal karena telah dipotong untuk membayar pajak deposito.


Selain itu, untuk menghitung pajak deposito dilakukan sesuai nilai suku bunga, bukan jumlah keseluruhan deposito. Oleh sebab itu, nilai suku bunga yang tinggi akan berbanding lurus dengan pajak yang pastinya semakin tinggi.


Aturan Hukum yang Mengatur Pajak Bunga Deposito


Pajak bunga deposito sudah diatur secara hukum sesuai dengan PPh Pasal 4 ayat 2 yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, yaitu berupa pajak penghasilan atas penghasilan-penghasilan tertentu yang bersifat final serta tidak bisa dikreditkan dengan Pajak Penghasilan terutang.


Jadi, dasar hukum yang berlaku untuk pajak bunga deposito adalah PPh dari bunga deposito serta tabungan dan diskonto SBI yang diatur dalam PP 131 Tahun 2000 (berlaku sejak 1 Januari 2001 dan disahkan melalui SE-01/PJ.43/2001).


Sedangkan, potongan PPh dari bunga deposito serta tabungan dan diskonto SBI tercantum dalam KMK-51/KMK.04/2001(berlaku sejak 1 Januari 2001).


Tarif pajak sebesar 20% berlaku untuk setiap orang yang memiliki deposito dengan nilai lebih dari Rp7,5 juta. Oleh sebab itu, nilai suku bunga yang didapatkan akan nantinya akan dipotong berdasarkan besaran pajak tersebut.


Hal tersebut juga berlaku untuk deposito maupun tabungan yang dialokasikan di luar negeri melalui bank yang berlokasi di Indonesia atau memiliki cabang luar negeri di Indonesia.


Baca juga: Deposito Berjangka: Definisi, Manfaat, Cara Menghitungnya

Cara Menghitung Pajak Bunga Deposito


Untuk mengetahui besaran pajak bunga deposito yang perlu dibayarkan, Anda dapat menghitungnya dengan cukup mudah. Anda hanya perlu mengalikan 20% dari nilai suku bunga yang didapatkan.


Sebagai contoh, Anda memiliki deposito senilai Rp100.000.000 di bank dan mendapatkan bunga deposito dengan nilai 5% dalam jangka satu tahun. Maka, perhitungan pajak yang harus Anda bayarkan adalah sebagai berikut:


Nilai Bunga Deposito Dalam Setahun : Rp100.000.000 x 5% = Rp 5.000.000


Nilai Bunga Deposito Per Bulan : Rp 5.000.000 : 12 = Rp 416.666


Pajak bunga deposito per bulan : 20% x Rp 416.666 = Rp 83.333


Pajak bunga deposito per tahun Rp 83.333 x 12 = Rp 999.998


Itu dia cara menghitung pajak bunga deposito yang mudah dan tepat. Setelah mengetahui lebih jauh, maka Anda dapat mulai menghitung dan mengkalkulasikan berapa banyak profit yang akan dihasilkan dari suku bunga yang akan didapatkan setiap bulan atau bahkan setiap tahunnya.


Tips Investasi Deposito


Anda pasti sudah mengetahui bahwa deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang terbilang aman dan memiliki risiko yang rendah jika dibandingkan dengan investasi lainnya.


Meskipun aman dan memiliki risiko yang rendah bukan berarti Anda tidak akan menghadapi resiko di dalamnya. Karena itu perlu diketahui beberapa tips untuk berinvestasi melalui deposito dengan aman.



1. Jangka Waktu Deposito


Jangka deposito terbagi dalam 3 jenis, yaitu deposito berjangka, deposito on call serta, dan sertifikat deposito. Ketiga jenis deposito ini memiliki perbedaan masing-masing dan tentunya Anda dapat dapat menyesuaikan deposito mana yang tepat dan cocok untuk kebutuhan Anda.


Untuk jenis deposito berjangka, umumnya memiliki jangka waktu mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan. Bunga deposito akan dibayarkan pada masa jatuh tempo sesuai jangka waktu yang sudah disepakati di awal.


Yang kedua adalah deposito on call yang merupakan deposito yang memerlukan pemberitahuan terlebih dahulu jauh hari sebelumnya kepada pihak bank.


Yang terakhir adalah jenis sertifikat deposito, dimana deposito yang satu ini memiliki sistem yang mirip dengan deposito berjangka, perbedaannya terdapat pada sertifikatnya yang dapat disesuaikan hingga dipindahtangankan.


Jika sertifikat tersebut hilang dan ditemukan oleh orang lain, maka sertifikat deposito tersebut dapat dengan mudah dicairkan oleh siapapun.


baca juga: Jenis-Jenis Investasi dan Risikonya yang Harus Kamu Tahu

2. Sesuaikan dengan Periode Waktu


Deposito mempunyai syarat jangka waktu yang sudah ditentukan, sehingga dana yang telah didepositokan hanya dapat dicairkan setelah jatuh tempo jangka waktu yang telah disepakati di awal.


Oleh Sebab itu, sebelum menginvestasikan uang Anda melalui deposito pastikan terlebih dahulu dan buat perencanaan dengan baik jangka waktu yang tepat.


Biasanya, Jika Anda mengambil uang yang telah didepositokan lebih cepat dari jangka waktu yang sudah disepakati di awal, pihak bank akan memberikan Anda denda atas pencairan dana tersebut. Untuk dendanya sendiri dapat berbeda-beda setiap banknya.


3. Pilih Bank yang Terpercaya


Memilih bank dengan reputasi yang baik merupakan sebuah kewajiban. Anda tentu tidak ingin dana yang Anda simpan hilang. Maka pastikan untuk memilih bank yang terjamin dan terpercaya. Paling penting, jangan lupa untuk memastikan bank yang Anda dipilih telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Satu lagi yang perlu diketahui bahwa Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menetapkan nilai suku bunga deposito selaku lembaga pemerintahan yang mengelola dan mengawasi dana simpanan nasabah di bank.


Sehingga pastikan terlebih dahulu bank yang akan dipilih juga harus mengikuti aturan dari LPS. Itu dia penjelasan seputar pajak yang berlaku pada deposito serta cara menghitungnya.



Jadi, sudah tertarik untuk investasi melalui Deposito? Mulai investasi Anda sekarang juga bersama Komunal yang sudah terjamin aman dan terdaftar di OJK.


Kunjungi websitenya untuk informasi lengkap https://depositobpr.id/. Jangan lupa, Sebagai investor yang cerdas harus memahami segala aspek dalam instrumen investasi salah satunya pajak deposito.



share

Bagikan

Layanan Pengaduan Konsumen

PT. Komunal Sejahtera Indonesia

Telepon : (+62) 31 9921 0252

WhatsApp : +62-851-6310-6672

Email : [email protected]

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI

WhatsApp : +62-853-1111-1010

woman
Powered By
komunal-footer