Memahami Apa itu Reverse Repo dan BI Rate Serta Bedanya

blog

Memahami Apa itu Reverse Repo dan BI Rate Serta Bedanya

DepositoBPR by Komunal

30 November 2023

Sudahkah kamu memahami apa itu reverse repo dan BI rate? Dalam dunia perbankan dan keuangan, istilah reverse repo dan BI rate (suku bunga) memiliki peran yang penting dalam menentukan kebijakan moneter suatu negara.

Oleh karenanya, memahami apa itu reverse repo dan BI rate sangat penting bagi para pelaku pasar keuangan, seperti investor, analis, dan pengusaha.


Dengan memahami perbedaan dan cara kerja kedua instrumen ini, mereka dapat memprediksi kebijakan moneter suatu negara dan pengaruhnya terhadap pasar keuangan.


Mari simak apa itu reverse repo dan BI rate lengkap hingga perbedaan keduanya dalam artikel berikut ini.


Memahami Apa itu Reverse Repo dan BI Rate


Untuk memahami apa itu reverse repo dan BI rate, tentu kamu harus mengetahui pengertian keduanya terlebih dulu. Berikut masing-masing penjelasannya.


Apa itu Reverse Repo?


Reverse repo adalah transaksi pembelian surat berharga oleh Peserta OPT dari Bank Indonesia dengan kewajiban penjualan kembali oleh Peserta OPT sesuai dengan harga dan jangka waktu yang disepakati.


Reverse repo merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter yang digunakan oleh Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi dan stabilisasi nilai tukar rupiah.


Dalam transaksi reverse repo, Bank Indonesia meminjam uang dari bank-bank komersial atau lembaga keuangan lainnya dengan menjual surat berharga dengan kesepakatan untuk membelinya kembali pada harga yang lebih tinggi pada tanggal tertentu di masa depan.


Transaksi ini efektif mengurangi jumlah uang di sistem perbankan, sehingga dapat mengendalikan inflasi dan menstabilkan nilai tukar. Selain itu, reverse repo juga dapat digunakan untuk mengatur suku bunga dan likuiditas di pasar uang.


Apa itu BI Rate?


BI rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Suku bunga ini diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap Rapat Dewan Gubernur bulanan.


BI rate merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter yang digunakan oleh BI untuk mencapai dan memelihara stabilitas rupiah serta mata uang Indonesia. Suku bunga ini memengaruhi suku bunga kredit, tabungan, dan deposito di bank.


Keputusan terkait BI rate didasarkan pada analisis data ekonomi, seperti tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan.


BI rate memiliki peran penting dalam mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar, serta mengatur suku bunga dan likuiditas di pasar uang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa BI rate adalah alat yang sangat penting dalam mengelola stabilitas ekonomi negara.


BI rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) dan diumumkan kepada publik.



Perbedaan BI Rate dan BI 7 Day Reverse Repo Rate


Pada dasarnya, BI rate dan BI 7 day reverse repo rate adalah dua instrumen kebijakan moneter yang digunakan oleh Bank Indonesia (BI) untuk mengendalikan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas mata uang.


BI rate adalah suku bunga acuan yang digunakan oleh BI sebelum diperkenalkannya BI 7 day reverse repo rate. BI rate merupakan suku bunga yang dikenakan oleh BI terhadap pinjaman yang diberikan kepada bank-bank di Indonesia.


Sementara itu, BI 7 day reverse repo rate adalah suku bunga yang dikenakan oleh BI atas penempatan dana jangka pendek dari bank-bank di Indonesia. Suku bunga ini merupakan kebijakan moneter terbaru BI yang diperkenalkan pada tahun 2016 untuk menggantikan BI rate.


BI 7 day reverse repo rate memiliki rentang waktu yang lebih singkat daripada BI Rate, yaitu 7 hari, dan memiliki pengaruh yang lebih cepat terhadap pasar uang, industri perbankan, dan sektor riil.


BI 7 day reverse repo rate diharapkan dapat membuat perubahan positif terhadap perbankan dalam jangka panjang atau paling cepat dalam beberapa bulan ke depan.


BI memperkenalkan Bi 7 day reverse repo rate untuk memperkuat sinyal kebijakan moneter, meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, dan mendorong kedalaman pasar keuangan.


Pada 23–24 Agustus 2023, BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7 day reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 5.75%. Pada pertemuan 18–19 Oktober 2023, BI menaikkan BI 7 day reverse repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 6.00%. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas mata uang dan mengendalikan inflasi.


Dengan demikian, perbedaan BI rate dan BI 7 day reverse repo rate terletak pada instrumen kebijakan moneter yang digunakan, rentang waktu, dan pengaruhnya terhadap pasar keuangan.


Bagaimana, apakah penjelasan di atas sudah bisa membantumu dalam memahami apa itu reverse repo dan BI rate?


Seperti yang telah disinggung, BI 7 day reverse repo rate telah mengalami kenaikan menjadi 6% pada 19 Oktober 2023. Maka dari itu, kamu bisa memanfaatkan momen ini dengan berinvestasi melalui DepositoBPR by Komunal supaya keuanganmu #MakinMaksimal.


DepositoBPR by Komunal adalah aplikasi yang menjembatani calon nasabah dengan produk deposito dari BPR. Aplikasi ini menawarkan suku bunga yang lebih tinggi dari deposito bank umumnya dan sudah sesuai dengan ketentuan LPS yaitu mencapai 6,75% p.a.


Selain itu, keuanganmu juga akan tersimpan dengan aman karena DepositoBPR by Komunal sudah tercatat dan diawasi oleh OJK.


Jadi, tunggu apa lagi? Yuk rasakan #SimpananRasaInvestasi dengan DepositoBPR by Komunal sekarang juga!



share

Bagikan

Layanan Pengaduan Konsumen

PT. Komunal Sejahtera Indonesia

Telepon : (+62) 31 9921 0252

WhatsApp : +62-851-6310-6672

Email : [email protected]

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI

WhatsApp : +62-853-1111-1010

woman
Powered By
komunal-footer