Simulasi Tabungan Pendidikan Anak dengan Investasi Deposito

blog

Simulasi Tabungan Pendidikan Anak dengan Investasi Deposito

DepositoBPR by Komunal

14 Juni 2024

Memisahkan tabungan pendidikan anak dengan kebutuhan finansial lainnya dapat membantu orang tua untuk merencanakan anggaran rumah tangga dengan lebih baik. Tabungan khusus pendidikan anak memegang peranan penting saat ini mengingat biaya sekolah yang kian naik setiap tahun.


Untuk memastikan biaya pendidikan anak tercukupi dari berbagai sisi, orang tua pun perlu menyediakan dana yang memadai. Salah satu cara untuk menyiapkan tabungan pendidikan anak adalah dengan berinvestasi deposito.

Sebagai instrumen investasi yang lebih aman, deposito menawarkan keuntungan lebih dengan suku bunga yang lebih tinggi daripada produk tabungan pada umumnya.


Adapun suku bunga yang ditawarkan menyesuaikan dengan penawaran dari setiap bank. Sementara itu, besaran bunga yang didapatkan oleh deposan tergantung dengan pemilihan tenor atau jangka waktu.


Namun, perlu diketahui bahwa produk deposito setiap bank memiliki suku bunga yang berbeda. Untuk memberikan gambaran tentang pengumpulan tabungan pendidikan anak melalui investasi deposito, simak dulu simulasinya di bawah ini.


Simulasi Tabungan Pendidikan Anak BRI vs Deposito BPR


BRI menyediakan produk deposito yang bisa dijadikan sebagai tabungan pendidikan anak bagi pemegang rekening tabungan maupun giro BRI. Dengan setoran awal minimal Rp10 juta, suku bunga yang ditawarkan pun juga bervariasi. Untuk membandingkan peluang keuntungannya, cek perbandingan antara deposito BRI dan Deposito BPR berikut:



Simulasi Tabungan Pendidikan Anak BNI vs Deposito BPR


Berbeda dengan produk Deposito BPR, BNI memiliki suku bunga yang disesuaikan dengan pemilihan tenor. Sebagai pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan tabungan pendidikan anak, inilah perbandingan antara deposito di BNI dan BPR:




Simulasi Tabungan Pendidikan Anak BCA vs Deposito BPR


Investasi deposito di BCA juga memiliki ketentuan suku bunga yang berbeda dan disesuaikan dengan tenor atau jangka waktu tabungan deposito. Adapun perbandingan antara deposito BCA dan BPR adalah:



Simulasi Tabungan Pendidikan Anak Mandiri vs Deposito BPR


Tabungan pendidikan anak yang didapat dari produk deposito Mandiri dan BPR menghasilkan keuntungan akhir berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh nilai suku bunga yang ditetapkan oleh masing-masing bank. Berikut rincian perbandingannya:



Simulasi Tabungan Pendidikan Anak BSI vs Deposito BPR


Produk deposito syariah tidak memberlakukan sistem suku bunga, melainkan bagi hasil atau nisbah. Dalam ketentuan ini, keuntungan deposito syariah dibagi berdasarkan persentase 55% untuk nasabah dan 45% untuk bank.


Sebagai contoh, nominal yang didepositokan di BSI adalah Rp10 juta dengan jangka waktu 1 bulan. Pada saat itu, keseluruhan deposito BSI sejumlah Rp5 miliar dengan ketentuan bagi hasil Rp50 juta per bulan. Perhitungan keuntungan akhir bisa dilakukan dengan rumus berikut:


Keuntungan Deposito BSI = (Nominal Deposito / Keseluruhan Deposito) × Persentase Bagi Hasil × Keuntungan Bank Bulan Tersebut


= (Rp10 juta / Rp5 miliar) × Rp50 juta


= Rp55 ribu.


Maka, keuntungan akhir deposito BSI selama 1 bulan adalah sejumlah Rp55 ribu. Di sisi lain, deposito Rp10 juta di Deposito BPR dengan suku bunga 6,75% menghasilkan bunga sebesar Rp56.250.


Itulah perbandingan antara produk deposito beberapa bank di Indonesia yang bisa menjadi referensi untuk perencanaan tabungan pendidikan anak. Jika ingin pendidikan anak terjamin tanpa kendala finansial, pastikan untuk memilih investasi deposito dengan keuntungan paling besar dibandingkan bank lainnya.


Investasi deposito di Deposito BPR by Komunal tidak hanya #LebihUntung, namun juga #LebihAman karena sudah berstatus direkomendasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, mari amankan tabungan pendidikan anak dengan #SimpananRasaInvestasi dari Deposito BPR.



share

Bagikan

Layanan Pengaduan Konsumen

PT. Komunal Sejahtera Indonesia

Telepon : (+62) 31 9921 0252

WhatsApp : +62-851-6310-6672

Email : [email protected]

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI

WhatsApp : +62-853-1111-1010

woman
Powered By
komunal-footer