blog
Deposito Berjangka: Kenali 3 Manfaatnya!
Komunal Indonesia
13 Mei 2022
Deposito Berjangka: Kenali 3 Manfaatnya!

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, deposito merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyimpan uang di bank dimana transaksi penyetoran dan penarikannya hanya dapat dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu yang sudah ditetapkan. Siapa sangka ternyata deposito terbagi dalam tiga jenis yang berbeda yakni deposito berjangka, sertifikat deposito serta deposito on call.



Kali ini kita akan membahas mengenai deposito berjangka yang merupakan jenis produk investasi yang memiliki banyak peminat di kalangan masyarakat. Kebanyakan orang hanya mengetahui deposito memiliki fungsi untuk menyimpan uang, padahal deposito memegang peranan yang cukup penting untuk bank.



Apa itu Deposito Berjangka?


Deposito berjangka merupakan salah satu jenis deposito yang memiliki jangka waktu tertentu mulai dari 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Jenis deposito yang satu ini juga tidak bisa dicairkan sampai waktu jatuh tempo yang telah ditetapkan di awal..



Tak jauh berbeda dengan tabungan simpanan pada umumnya, deposito jenis berjangka juga mempunyai jumlah setoran awal yang perlu dibayarkan.Setoran awal deposito tentunya berbeda-beda, hal ini tergantung dengan masing-masing bank.



Fungsi


Selain memiliki fungsi untuk menyimpan uang, ternyata deposito memiliki dua fungsi lainnya yakni fungsi internal dan eksternal.


Fungsi Internal


Secara internal, deposito berfungsi dalam mendukung segala kegiatan serta operasional dalam bank. Jenis simpanan yang satu ini menjadi salah satu sumber modal utama bank yang mudah dalam pemakaiannya karena memiliki jangka waktu. Secara sederhana, deposito berjangka berfungsi untuk memenuhi segala kebutuhan modal bank sekaligus membantu untuk menjaga kondisi likuiditas sebuah bank.



Keperluan akan modal kerja dalam sebuah bank harus selalu dipenuhi setiap waktu terkait dengan salah satu fungsi utama deposito yakni sebagai lembaga yang menyalurkan uang dari masyarakat dalam bentuk kredit maupun sebagai lembaga pemberi kredit.



Fungsi Eksternal


Fungsi eksternal deposito berhubungan dengan fungsi yang berasal dari luar perusahaan bank sebagai lembaga yang bergerak di bidang jasa dimana dapat mempermudah arus pembayaran uang. Di negara yang masih berkembang, lembaga keuangan seperti bank sangat diharapkan dapat berkontribusi di level yang jauh lebih tinggi guna membantu perekonomian nasional maupun internasional.



Alasan Memilih Deposito Berjangka


Tentunya Anda tidak dapat melakukan investasi secara sembarangan, begitupun dengan memilih deposito. Anda harus memilih jenis deposito yang tepat untuk Anda dimana dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda berdasarkan tujuan investasi dan keperluan apa yang hendak diwujudkan di masa depan.



Deposito berjangka sangat tepat untuk para nasabah yang ingin menginvestasikan uangnya dengan tingkat risiko yang minim. Bahkan, nilai suku bunga deposito dapat mencapai 3 kali lipat lebih besar dari nilai bunga tabungan umumnya.



Manfaat


Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh deposito berjangka yakni memiliki suku bunga dengan nilai yang lebih tinggi dari produk simpanan perbankan lainnya. Berikut beberapa manfaat deposito jenis berjangka:




Dapat dijadikan investasi


Tak berbeda dengan investasi pada umumnya, para nasabah tidak diharuskan untuk membayar tagihan setiap bulannya. Nasabah hanya cukup membayar pada awal setoran, kemudian Anda dapat menikmati hasil yang didapatkan dari bunga pada saat jatuh tempo jangka waktu yang telah ditetapkan pada awal pembukaan deposito.



Meskipun proses transaksi pencairannya hanya dapat dilakukan saat jatuh tempo, Anda tetap dapat menambah jumlah setoran pada setiap bulannya dan akan mendapatkan hasil akhir yang lebih besar.



Suku Bunga Yang Tinggi


Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jenis investasi ini menawarkan nilai suku bunga yang cukup tinggi yakni berkisar antara 3 hingga 5% per tahunnya.



Apabila Anda berencana untuk menginvestasikan uang untuk keperluan di masa depan, maka deposito yang satu ini merupakan pilihan yang paling tepat. Tanpa perlu khawatir soal kerugian, profit pun dapat diperoleh dengan mudah.



Minim Resiko Dan Kerugian


Deposito jenis berjangka ini tergolong investasi yang minim akan resiko karena deposito yang satu ini tidak terpengaruh oleh sistem pergerakan pasar. Sehingga, kecil kemungkinannya untuk menyebabkan kerugian.



Deposito berbeda dengan jenis instrumen investasi lain, seperti halnya saham. Di mana transaksi saham mampu membuat Anda merasa khawatir karena nilainya dapat berubah-ubah setiap waktu secara drastis hanya dalam hitungan menit.



Kekurangan


Selain kelebihan, tentunya deposito berjangka juga memiliki kekurangan. Kekurangan deposito jenis yang satu ini yakni adanya pengaruh inflasi. Inflasi sendiri merupakan situasi dimana mata uang mengalami penurunan nilai yang umumnya disebabkan karena naiknya harga barang dan jasa secara drastis dan terjadi secara terus menerus. Sayangnya, pengaruh inflasi inilah yang menjadi kekurangan dari deposito jenis berjangka karena tidak bisa menghindar dari efek inflasi.



Deposito tetap menganut prinsip investasi umum, yaitu risiko investasinya kecil dan pengembaliannya tidak terlalu tinggi. Bunga simpanan tabungan jelas tidak sebaik pada kendaraan investasi berisiko tinggi seperti reksa dana dan saham. Namun, produk simpanan masih banyak diminati oleh investor awam karena menawarkan suku bunga tetap.



Cara Menghitung Bunga Deposito Berjangka


Tak jarang masyarakat lebih memilih menginvestasikan uangnya melalui deposito berjangka karena tingginya suku bunga yang dimiliki oleh instrumen investasi yang satu ini. Hal tersebut memang benar adanya. Apabila Anda berencana untuk membuka tabungan deposito tipe berjangka, pastikan untung menghitungnya dengan tepat untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal nantinya. Untuk menghitungnya, Anda dapat memperhatikan penjelasan dibawah ini:



Rumus bunga deposito berjangka


(Setoran Pokok x Suku Bunga Deposito x Tenor dalam satuan hari) : 365 hari


Rumus pajak bunga deposito


Pajak x Bunga Deposito


Rumus perhitungan deposito berjangka


Setoran Pokok + (Bunga Deposito - Pajak Deposito)



Sebagai contoh, Anda menyimpan uang melalui deposito senilai 50.000.000 dengan jangka waktu jatuh tempo 4 bulan, nilai suku bunga deposito sebesar 4%, serta pajak yang harus dibayarkan sekitar 20%. Jadi, jumlah total deposito setelah 4 bulan adalah sebagai berikut:



Perhitungan Suku bunga


Untuk mengetahui nominal yang dihasilkan dari perhitungan suku bunga deposito dapat menggunakan rumus yang sudah dijelaskan diatas.



(50.000.000 x 4% x 120) : 365 = 657.534


Jadi, didapat bunga dari deposito tipe berjangka adalah 657.534 rupiah.



Pajak bunga:


Setelah mengetahui nilai bunganya, maka Anda harus menghitung berapa pajak bunga yang akan dikenakan:


20% x 657.534 = 131.506



Dari perhitungan tersebut, menghasilkan jumlah pajak sebesar 131.506 rupiah. Sehingga total akhir yang akan diperoleh adalah dengan menghitung berapa total deposito berjangka yang akan Anda hasilkan saat jatuh tempo.



50.000.000 + (657.534 - 131.506) = 50.526.028



Hasil deposito jenis berjangka yang akan Anda peroleh secara keseluruhan saat jatuh tempo yakni sebesar 50.526.028 rupiah.



Itu dia penjelasan seputar deposito berjangka, sebelum memutuskan untuk mendepositokan uang Anda, pertimbangkan terlebih dahulu beberapa hal seperti menentukan bank, reputasi bank, perizinan yang dimiliki oleh bank seperti izin dari OJK serta dijamin oleh LPS. Dan yang terpenting, pastikan bank yang dipilih memiliki standar kualifikasi yang telah sesuai dengan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.




Mulai depositokan uang Anda menggunakan deposito berjangka yang disediakan oleh Komunal, salah satu lembaga keuangan terpercaya yang sudah terdaftar di OJK serta dijamin oleh LPS. Kunjungi website kami sekarang juga untuk informasi penting lainnya dan penawaran menarik seputar tabungan simpanan dan deposito di



share

Bagikan