blog
Usaha Jitu Atur Keuangan Bisnis Ala Michael Tambayong
Komunal Indonesia
22 April 2022

Ada beberapa checklist yang harus dipenuhi sebelum memulai bisnis. Pasalnya, bisnis yang dimulai dengan persiapan matang akan lebih mudah dijalankan ketimbang bisnis yang mulai tanpa persiapan. Ketika membuat checklist, hal yang harus Anda utamakan adalah keuangan. Anda harus memperhatikan modal, alur keuangan, keuntungan, dll.



Untuk itu, penting sekali memahami cara mengatur keuangan agar semua berjalan lancar dan sesuai rencana. Jika keuangan bisnis tidak berjalan dengan baik, akan ada masalah-masalah yang muncul seperti kurangnya modal usaha atau bahkan tak mampu membayar upah karyawan karena uang tersebut digunakan untuk keperluan lain.


Michael Tambayong, seorang pengusaha muda yang memiliki bisnis di bidang tambak udang, mengungkapkan bahwa dirinya sangat teliti dalam mengatur keuangan perusahaan. Michael membagikan kiat kelola keuangan bisnis yang ia kerjakan kepada Komunal, seperti mengubah pembukuan manual menjadi file excel serta diversifikasi aset dengan investasi.



Merombak Bisnis Keluarga


Bisnis tambak udang yang saat ini tengah dijalani Michael adalah bisnis milik ayahnya yang ia lanjutkan. Walaupun Michael merupakan generasi kedua yang meneruskan bisnis keluarga ini, namun kesulitan yang ia hadapi kurang lebih sama seperti bisnis yang baru dirintis.



Bagi Michael, kesulitan terbesar yang dihadapi dalam menjalankan bisnis tambak udang adalah mengatur keuangan. Bertahun-tahun beroperasi, semua pengaturan keuangan dilakukan secara manual dengan melakukan pencatatan di buku mulai dari alur kas hingga rencana keuangan. Selain membuat pencatatan menjadi berantakan, hal ini membuatnya merasa kesulitan saat ingin melakukan perencanaan keuangan karena data keuangan harus dicari terlebih dahulu secara manual.



Akhirnya, Michael memutuskan untuk mengubah pencatatan keuangan dengan menggunakan aplikasi digital seperti Excel agar di kemudian hari akan lebih mudah ketika mencari data. Dengan mencatat menggunakan aplikasi digital, Michael juga dapat memastikan pembayaran dapat selalu dilakukan secara tepat waktu. Michael merasa kini uang yang masuk ke dalam kas dapat dilihat dan dirinci dengan jelas, dibandingkan dulu saat pencatatan masih dilakukan secara manual.



“Membuat pencatatan keuangan dalam bentuk digital sangat membantu saya. Dengan hanya menulis keyword pada aplikasi, saya dapat melihat data keuangan secara terperinci dan dapat diakses kapan saja. Metode ini juga mempercepat pekerjaan,” ungkap Michael.



Kesulitan Migrasi ke Digital


Walaupun akhirnya berhasil memindahkan segala pencatatan keuangan dari manual ke digital, bukan berarti Michael melakukannya dengan mudah. Para karyawan yang bekerja di perusahaan Michael adalah karyawan yang sudah lama bekerja, bahkan ada yang bekerja dari awal ayah Michael membangun bisnis ini.



Karena itu, Michael juga mengalami kesulitan saat membiasakan karyawan untuk mencatat keuangan dengan sistem digital. “Saya harus mengajari beberapa karyawan selama beberapa hari karena cukup sulit bagi mereka untuk mengerti cara mengoperasikan aplikasi tersebut,” kenang Michael.



Tentu saja usaha tidak menghianati hasil. Setelah berbulan-bulan berusaha migrasi dari manual ke digital, akhirnya para karyawan Michael sudah terbiasa menggunakan aplikasi digital. Saat ini, semua pencatatan keuangan mulai dari alur kas, anggaran belanja, biaya operasional, utang perusahaan, strategi serta dana darurat sudah tercatat rapi di aplikasi digital.Kini, para karyawan Michael termasuk Michael sendiri dapat mengakses keuangan perusahaan dengan mudah tanpa harus menghabiskan waktu untuk membuka buku dan mencari catatan.



Menambah Pos Pemasukan Pendapatan


Setelah alur kas perusahaan sudah lebih jelas dan dapat melakukan segala pembayaran dengan tepat waktu, Michael mulai menambah keran pemasukan untuk perusahaan. Namun, sebelumnya Michael telah memastikan bahwa perusahaannya tidak memiliki tunggakan apapun sebelum mulai menambah pemasukan.



Michael merasa keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dapat diputar di tempat lain, sehingga bisa mendapatkan pemasukan yang lebih banyak. Bagi Michael, memutar uang perusahaan akan membantu karena dapat mengurangi pengeluaran, bahkan dapat juga memperbesar bisnisnya.


“Saya rasa memutar uang perusahaan di sebuah instrumen investasi adalah langkah yang tepat karena dapat menambah pemasukan. Tapi, saya sangat berhati-hati dalam memilih tempat untuk berinvestasi karena saya bertanggung jawab atas uang tersebut. Itulah mengapa saya tidak berani berinvestasi di tempat yang berisiko tinggi,” jelas Michael.


Michael menyebutkan, perusahaan besar pun juga tak luput dari peluang kebangkrutan jika manajemen keuangannya buruk. Pada 2018 lalu, berita mengenai


Namun siapa sangka, di tahun 2018 merek teh tersebut dinyatakan bangkrut dengan setelah gagal membayar hutang sebesar Rp1,05 triliun. Usut punya usut, jumlah yang sangat besar ini tidak dapat dibayarkan karena terjadi kesalahan strategi bisnis dan gagal investasi.



Membaca cerita-cerita tentang perusahaan besar yang akhirnya bangkrut karena keliru tempat berinvestasi membuat Michael mempelajari segala jenis instrumen investasi dengan seksama. Ia tak ingin salah mengambil langkah, apalagi usaha yang ia kelola sekarang juga merupakan hasil jerih payah ayahnya.



Setelah mempelajari keuntungan dan resiko dari berbagai instrumen investasi, akhirnya Michael memutuskan untuk menginvestasikan uang perusahaan dengan membuka tabungan di DepositoBPR. Menurutnya, berinvestasi di DepositoBPR jauh lebih aman ketimbang investasi di tempat lain.


“Menurut saya, berinvestasi di DepositoBPR sangat aman. Sistem yang ditawarkan kepada nasabah sangat jelas dan keuntungan dari investasi saya dapat diperhitungkan dengan baik, sehingga dapat membantu untuk pengelolaan keuangan dalam jangka pendek maupun panjang,” ujar Michael.


Dibanding bank konvensional, DepositoBPR lebih menguntungkan karena bunganya lebih tinggi. Bahkan, suku bunga di DepositoBPR dapat mencapai angka 6%. Selain itu, DepositoBPR juga memanfaatkan teknologi digital, sehingga siapapun dapat membuka tabungan dari mana saja, Anda hanya memerlukan laptop atau smartphone saja. Tak hanya untuk membuka tabungan, Anda dapat mengecek keuntungan secara real time sehingga Anda tidak perlu pergi keluar rumah.



Fitur ini juga dirasakan manfaatnya oleh Michael. Sebagai pengusaha muda yang sangat sibuk, sulit bagi Michael untuk bepergian ke luar rumah seperti ke bank. Namun, dengan berinvestasi di DepositoBPR, ia dapat mengecek investasi dengan mudah di waktu luang hanya dengan menggunakan smartphone saja.


Beranikan Diri


Setiap ada pengusaha muda yang baru merintis bisnis, Michael selalu berpesan agar memberanikan diri untuk mencoba hal baru supaya bisnis dapat berkembang. Salah satu hal yang dapat dicoba adalah investasi seperti yang dilakukan Michael agar ada pemasukan tambahan.



Namun, sebelum berinvestasi, Michael menyarankan agar para pengusaha muda tersebut dapat mengelola keuangan perusahaan terlebih dahulu hingga tidak ada tunggakan. Selain itu, penting sekali untuk mempelajari berbagai tempat dan instrumen investasi agar mengetahui keuntungan dan resikonya. Hal yang paling penting dan utama adalah memilih tempat investasi yang aman.




share

Bagikan