blog
Apa Itu Suku Bunga? Ini Jenis dan Cara Menghitungnya
Komunal Indonesia
20 Januari 2022

Tingkat suku bunga merupakan salah satu faktor yang harus Anda pertimbangkan ketika memilih sumber pendanaan dari bank. Pasalnya, memiliki pengetahuan tentang bunga dari jenis pinjaman yang Anda pilih akan mempermudah dalam melunasi cicilan kelak.


Namun, sudah tahukah Anda apa itu suku bunga, apa saja jenisnya dan cara menghitungnya? Simak penjelasan berikut ini.


Apa Itu Suku Bunga?


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam laman sikapiuangmu.ojk.go.id menyebutkan bahwa suku bunga bank adalah balas jasa yang diberikan kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya.


Secara sederhananya, bunga bisa diartikan sebagai nilai yang harus dibayarkan oleh bank kepada nasabah yang memiliki simpanan di banknya. Sebaliknya, nasabah juga harus siap membayar harga ke bank saat meminjam sejumlah dana.


Jenis Suku Bunga


Setelah mengetahui apa itu suku bunga secara sederhana, berikutnya mari mengenal beberapa jenis bunga yang berlaku dalam pinjaman Anda. Berdasarkan pengertian di poin sebelumnya, bunga bisa dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut.


Bunga Simpanan


Jenis pertama dari suku bunga adalah bunga simpanan. Bunga ini merupakan balas jasa dari bank kepada Anda (nasabah) karena telah menyimpan uang di bank.


Bunga simpanan biasa ditemui pada produk tabungan, giro, dan deposito. Tiap-tiap produk pun memiliki tingkat bunga yang berbeda. Suku bunga deposito misalnya, beberapa bank umum menerapkan bunga hingga 4% per tahun. Namun, ada pula bank yang memberikan bunga lebih besar, seperti bunga deposito BPR hingga 6% per tahun. Maka itu, dari segi keuntungan, apabila Anda mengincar hasil simpanan yang lebih besar maka deposito bisa jadi pilihan.



Bunga Pinjaman


Jenis bunga pinjaman adalah harga imbalan yang ditetapkan bank kepada peminjam atas pinjaman yang ia dapat. Pinjaman ini bisa dikembalikan secara full atau diangsur dalam jangka waktu tertentu. Semakin lama pengembaliannya, semakin tinggi juga suku bunga bank yang dibebankan.


Dalam dunia perbankan, jenis-jenis suku bunga pinjaman dapat dibedakan berdasarkan sifat dan perhitungannya. Mari kita bahas dari sifat terlebih dahulu.


1. Bunga Tetap (Fixed)


Seperti namanya, nilai bunga tetap (fixed) bersifat sama hingga jangka waktu yang ditentukan atau tanggal jatuh tempo. Contoh pinjaman yang menerapkan jenis bunga ini, yaitu KPR rumah atau subsidi dan kredit kendaraan bermotor.


2. Bunga Mengambang (Floating)


Bunga jenis ini selalu berubah mengikuti turun-naiknya harga suku bunga di pasaran. Bisa saja pada 2 tahun pertama peminjaman bunga bersifat fixed, tapi di periode selanjutnya floating. Contohnya, bunga KPR dalam periode tertentu.



Faktor yang Mempengaruhi Suku Bunga



Beberapa faktor berikut ini turut mempengaruhi nilai penetapan bunga.


  1. 1.

    Bank membutuhkan lebih banyak dana jika permintaan pinjaman tinggi.


  1. 2.

    Bank menargetkan laba yang lebih besar.


  1. 3.

    Kebijakan pemerintah. Penetapan tingkat bunga maksimal tidak boleh melebihi batasan yang ditentukan pemerintah.


  1. 4.

    Kualitas agunan. Semakin mudah dicairkan, semakin rendah bunga yang diberikan.


  1. 5.

    Periode simpanan/pinjaman. Jika semakin lama ditabung, semakin tinggi juga bunga yang diberikan.


  1. 6.

    Jenis produk yang Anda pilih. Semisal, kredit kendaraan dan kredit rumah memiliki bunga yang berbeda.


  1. 7.

    Reputasi peminjam/perusahaan. Tingkat bunga yang bank berikan tergantung pula pada reputasi peminjam.


  1. 8.

    Tingginya persaingan antarbank.



Cara Menghitung Suku Bunga


Anda sudah mengetahui jenis suku bunga berdasarkan sifatnya. Selanjutnya, jenis bunga dapat dibedakan berdasarkan 3 jenis perhitungan.



Setelah mengetahui jenis bunga yang berlaku di bank, Anda juga perlu tahu cara menghitung bunga yang nantinya berlaku pada pinjaman atau simpanan Anda. Mengetahui cara perhitungan bunga itu sama pentingnya dengan pinjaman itu sendiri. Sebab, pada prinsipnya bunga akan mempengaruhi total nilai pinjaman.


1. Bunga Flat


Bunga flat dihitung dari jumlah pokok pinjaman di awal untuk setiap periode cicilan. Dilihat dari cara menghitung bunganya, bunga flat adalah yang paling sederhana dibandingkan jenis bunga lain. Sebab, bunga pinjaman dihitung sesuai tenor.



Dengan jenis bunga ini, Anda sudah tahu berapa yang harus dibayar setiap bulan selama periode peminjaman.


Biasanya, pinjaman jangka pendek seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) menerapkan jenis bunga flat.


Rumus perhitungan bunga flat per bulan: (P x I x t) / JB



P = Pokok pinjaman.


I = bunga (%).


t = tenor atau jangka waktu kredit.


JB = jumlah bulan dalam tenor kredit.



Mari kita buat simulasi pinjaman sederhana agar lebih mudah memahami rumus tersebut.


Si A meminjamkan uang Rp200 juta kepada B selama 12 bulan. A memberikan bunga sebesar 15% setahun. Berapakah yang harus dibayar B setiap bulan?



Pertama-tama, hitung dulu pokok pinjaman yang harus dibayar per bulan. Untuk menghitung pokok pinjaman, bagi jumlah pinjaman dengan bulan cicilan, yakni Rp200 juta / 12 = Rp16.666.666,667 per bulan.



Lalu, hitung bunga yang harus dibayar per bulan dengan cara mengalikan jumlah pinjaman dan bunga per tahun: Rp200 juta x 15% = Rp30 juta. Ini adalah jumlah bunga per tahun.


Namun, karena harus dibayar per bulan, bagi jumlah tersebut (30 juta) dengan 12 bulan: 30.000.000 /12 = Rp2.500.000.


Dengan demikian, B harus membayar ke A sebanyak 16.666.666,667 + 2.500.000 = Rp19.166.666,667.



2. Bunga Efektif


Bunga efektif dihitung dari sisa jumlah pokok pinjaman setiap bulan seiring dengan berkurangnya utang karena sudah dilunasi. Maka semakin sedikit pokok pinjaman, semakin sedikit juga bunga yang harus Anda bayar.


Jenis suku bunga seperti ini dianggap lebih adil daripada menggunakan bunga flat yang berdasarkan jumlah pokok pinjaman di awal.


Jenis pinjaman yang menerapkan bunga ini, antara lain kredit rumah, kredit investasi, dan kredit berjaminan/agunan.


Berikut cara menghitung suku bunga efektif:


Bunga = SP x i x (30 / 360)



SP: saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya.


i: persen bunga per tahun.


30: jumlah hari sebulan.


360: jumlah hari setahun.



Mari kita gunakan lagi simulasi pinjaman poin 1. B mengajukan pinjaman Rp200 juta dengan bunga per tahun 15% selama 12 bulan.


Cicilan yang harus dibayar B setiap bulan = Rp200 juta / 12 = Rp16.666.666,67.


Pada bulan 1, jumlah bunganya: (200 juta - (1-1)) x 15% / 12 = Rp2,5 juta.


Maka, cicilan B pada bulan 1 ditambah bunga adalah Rp16.666.666,67 + 2.500.000 = Rp19.1666.666,67.



Ulangi perhitungan untuk bulan 2: (200 juta - (2-1)) x 15% / 12 = Rp2,49 juta.


Maka, cicilan B pada bulan 2 ditambah bunga adalah Rp16.666.666,67 + 2.490.000 = Rp19.1666.666,658.


3. Bunga Anuitas


Bunga anuitas dihitung dengan cara mengatur angsuran pokok ditambah angsuran bunga yang dibayar agar jumlah cicilan setiap bulan tidak berubah.



Cara penghitungannya mirip dengan bunga efektif, yakni dihitung dari sisa jumlah pokok pinjaman. Namun, agar jumlah angsuran tiap bulan sama, jumlah porsi bunga yang dibayar turun, sedangkan cicilan pokok pinjaman naik. Jadi, pembayaran bulan pada bulan pertama akan lebih besar dan pelan-pelan berkurang sampai akhir masa pinjaman.



Pinjaman jangka panjang, seperti kredit rumah, investasi, dan kredit dengan agunan dapat menerapkan jenis bunga ini.



Bagaimana cara menghitung bunga anuitas? Gunakan rumus ini:



Bunga = SP x i x (30 / 360)


Catatan: SP adalah saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya.



Masih menggunakan kasus A dan B di poin sebelumnya, coba terapkan rumus tersebut. Hasilnya, mendekati perhitungan bunga efektif, tapi dengan total cicilan yang stabil setiap bulan.



Menghitung Persenan Bunga Pinjaman


Umumnya, setiap bank akan memberlakukan tingkat bunga yang berbeda pada produk pinjaman. Misalnya, produk pinjaman bank konvensional memiliki kisaran bunga 0,59% hingga 2% per bulan. Oleh karena itu, pastikan Anda sudah mengetahui tingkat bunga di bank yang Anda pilih sebelum meminjam.



Berikut cara menghitung persen bunga pinjaman dengan mudah.


Rumus menghitung persenan bunga pinjaman = (Total cicilan - pinjaman awal) / pinjaman awal x 100%


Agar semakin mudah dipahami, mari coba hitung menggunakan rumus di atas dengan contoh berikut ini.


Jumlah pokok pinjaman: Rp120 juta untuk pengembangan bisnis.


Jumlah cicilan per bulan: Rp11 juta selama 1 tahun.


Total cicilan: Rp11 juta x 12 bulan = Rp132 juta.


Maka persenan bunga dari pinjaman yang Anda ajukan:


(Rp132 juta - Rp120 juta) / Rp120 juta x 100% = 10%.



Mengajukan pinjaman adalah salah satu cara untuk mencapai rencana bisnis Anda kedepan. Namun, apabila Anda belum siap dengan dana penuh, tak ada salahnya mulai mencicil melalui simpanan deposito. Bunga deposito lebih besar daripada bunga tabungan biasa sehingga rencana Anda dapat tercapai dalam waktu relatif cepat. Bahkan, jenis simpanan ini masih diminati 70% masyarakat Indonesia menurut catatan OJK, 2017.


Soal penghitungan bunga, kini Anda tidak perlu repot menerapkan cara menghitung suku bunga deposito secara manual seperti di atas. Dengan kalkulator simulasi deposito, Anda cukup memasukkan nominal-nominal pokok yang disebutkan dalam rumus di atas ke kotak simulasi di halaman ini.





share

Bagikan