blog
Panduan Investasi: Jenis, Risiko, dan Cara Terlengkap
Komunal Indonesia
12 Januari 2022

Beberapa tahun belakangan ini, investasi adalah salah satu topik yang populer di Indonesia. Apalagi, masyarakat kini memiliki berbagai pilihan instrumen investasi dengan beragam skema keuntungan dan risiko. Untuk investor pemula, tentu mempelajari setiap instrumen investasi dengan seksama adalah langkah yang bijak.


Oleh karena itu, Komunal merangkumkan panduan mengenai serba-serbi apa itu investasi, jenis-jenis investasi, juga cara mengenali resiko dan prospek kedepannya.


Apa Itu Investasi?



Investasi adalah strategi penanaman modal yang bertujuan untuk mendapat keuntungan. Setiap investasi memiliki skema keuntungannya tersendiri, begitu juga dengan risikonya.



Untungnya, dengan berbagai pilihan jenis instrumen investasi yang dapat dipilih, investor menyesuaikan pilihan instrumen yang tepat sesuai dengan modal dan tujuan investasi yang dimiliki.


Tujuan Investasi



Sejauh ini, ada berbagai macam tujuan dan alasan seseorang dalam melakukan investasi. Dari berbagai tujuan yang mungkin dimiliki seseorang, investasi menjadi pilihan yang tepat jika tujuan Anda adalah salah satu di antara ini:


  1. 1.

    Untuk mendapat penghasilan tambahan


  1. 2.

    Melindungi uang dari inflasi


  1. 3.

    Mengembangkan usaha


  1. 4.

    Menjamin usaha


  1. 5.

    Mengamankan kekayaan


  1. 6.

    Mempersiapkan dana untuk pernikahan


  1. 7.

    Mempersiapkan dana untuk pendidikan anak


  1. 8.

    Mempersiapkan dana untuk pensiun



Manfaat Investasi



Ada berbagai potensi keuntungan yang ditawarkan dengan berinvestasi.


Mendapat Penghasilan Tambahan



Dengan berinvestasi, Anda akan mendapat imbal hasil. Semakin besar modal yang ditanamkan, semakin besar pula imbal hasil yang akan didapat.



Melindungi Uang Dari Inflasi



Inflasi yang terjadi setiap tahun menurunkan nilai mata uang. Sehingga, banyak orang memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk saham atau reksa dana ketimbang menyimpan harta kekayaannya di bank. Jika Anda berinvestasi bukan dalam bentuk uang, Anda tak perlu lagi khawatir nilai uang akan turun karena inflasi.



Mengembangkan Usaha



Investasi akan menghasilkan imbal hasil terutama jika Anda berinvestasi dalam jumlah besar. Imbal hasil ini dapat Anda manfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha.



Mempersiapkan Dana Untuk Kebutuhan Tertentu



Terkadang, seseorang membutuhkan biaya besar untuk kebutuhan tertentu seperti menikah, melahirkan dan pendidikan anak. Nah, Anda dapat memanfaatkan investasi untuk membantu mempersiapkan kebutuhan tersebut agar uang Anda tidak tersentuh inflasi serta memanfaatkan uang imbal hasilnya.




Ketahui Juga Risiko Investasi



Walaupun investasi memiliki skema keuntungkan, namun investasi juga memiliki beberapa risiko yang harus diperhatikan sebelum Anda memulainya.



1. Capital Loss



Capital loss adalah kerugian yang terjadi saat aset mengalami pengurangan nilai. Misalnya suatu hari Anda sangat membutuhkan uang yang Anda investasikan di saham dan menjual saham tersebut saat itu juga.
Namun, bisa jadi saat Anda menjual saham tersebut, harganya lebih murah ketimbang saat Anda membelinya dulu, sehingga Anda dirugikan.



2. Risiko Inflasi



Risiko inflasi akan terjadi jika banyaknya uang beredar sehingga menyebabkan harga konsumen terus naik. Namun disisi lain, daya beli masyarakat menurun. Hal ini menyebabkan terjadinya inflasi dimana nilai uang tunai menurun.



3. Risiko negara



Langkah pemerintah sebuah negara dalam mengatasi situasi ketika sesuatu hal terjadi akan sangat berpengaruh terhadap nilai investasi. Jika di sebuah negara terjadi konflik, maka investor asing tak mau mengambil risiko dan akan menjual saham yang dimilikinya.
Hal ini pun akan sangat berpengaruh jika banyak investor asing melakukan hal serupa karena nilai saham tersebut akan turun drastis.



4. Risiko nilai tukar mata uang



Selain berinvestasi dalam bentuk saham, sebagian orang juga memilih untuk berinvestasi menggunakan mata uang asing. Hal ini cukup berisiko jika Anda menyimpan harta dalam bentuk mata uang yang negaranya sedang terjadi konflik.
Contohnya negara A sedang menghadapi konflik sehingga nilai mata uang mereka turun. Sementara, Anda memiliki uang dengan mata uang negara A, sehingga nilai uang yang Anda miliki ikut turun juga.



5. Risiko perusahaan bangkrut



Menginvestasikan harta Anda kepada sebuah perusahaan juga harus berhati-hati. Jika perusahaan tersebut bangkrut, akan banyak investor menjual saham sehingga nilai saham perusahaan juga akan menurun.



6. Likuidasi



Jika sebuah perusahaan dinyatakan bangkrut atau dibubarkan oleh pengadilan, maka uang investor akan otomatis hilang karena perusahaan sudah tak mampu membayar uang investor.



Untuk itu, Anda harus hati-hati dalam memilih sebuah perusahaan jika ingin berinvestasi. Jika perusahaan tergolong baru, Anda harus pastikan sistem kerja, manajemen dan peluang perusahaan tersebut di masa depan tidak akan membahayakan uang Anda.



7. Risiko reinvestasi



Mengubah instrumen investasi juga tak luput dari risiko penurunan jumlah harta. Risiko reinvestasi terjadi jika arus kas investasi menghasilkan imbal hasil lebih rendah setelah diinvestasikan ke instrumen investasi yang baru.
Contohnya jika seseorang mendapat imbal hasil dari portofolio obligasi A namun ia investasikan lagi ke obligasi lain, bisa jadi bunga kupon yang ia terima akan lebih sedikit dibanding sebelumnya.



Jenis investasi



Jenis investasi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu berdasarkan jangka waktu dan instrumen investasinya.



Berdasarkan jangka waktu



Investasi memiliki dua jenis jangka waktu, yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Jangka waktu seseorang untuk melakukan investasi tergantung dari kebutuhan masing-masing. Berikut perbedaan kedua jenis investasi ini:



1. Investasi Jangka Pendek



Investor yang memilih melakukan investasi jangka pendek biasanya memiliki sebuah kebutuhan dalam 1-3 tahun. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan seorang investor sebelum memulai investasi jangka pendek. Investasi tersebut harus memiliki kualitas tinggi dan instrumen investasi harus sangat likuid dan mudah untuk dijual kembali.



2. Investasi Jangka Panjang



Berbanding terbalik dengan investasi jangka pendek, investasi jangka panjang membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk mulai menghasilkan imbal hasil. Bagi Anda yang ingin melakukan investasi jangka panjang, pastikan uang yang ada investasikan tak akan digunakan dalam waktu dekat, contohnya seperti dana untuk persiapan pensiun.



Berdasarkan Instrumen



Setiap instrumen investasi memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Sama seperti jangka waktu, investor harus memahami betul apa kebutuhannya agar dapat memilih instrumen yang tepat.



Deposito



Hampir mirip dengan tabungan, namun deposito memiliki tingkat bunga sebagai imbal hasil dan waktu jatuh tempo. Instrumen ini cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi jangka pendek.




Saham



Instrumen ini juga disarankan untuk investor yang ingin melakukan investasi jangka panjang karena imbal hasilnya baru terlihat dalam waktu beberapa tahun. Pastikan memilih saham perusahaan dengan cermat sebelum melakukan investasi.



Reksa Dana



Hampir mirip dengan saham, reksa dana menggabungkan beberapa investor yang kemudian diinvestasikan ke instrumen-instrumen investasi yang ada di pasar modal. Jika Anda ingin melakukan investasi jangka pendek, reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan.



Peer to Peer Lending



Melalui instrumen ini, Anda akan meminjamkan sejumlah uang kepada sebuah pihak. Imbal hasilnya berupa bunga pinjaman yang telah disepakati bersama. Seperti saham, pastikan dulu pihak yang akan Anda pinjami uang.



Cara memulai investasi



Pastikan Tujuan



Sebelum mulai berinvestasi, pastikan dulu tujuan investasi ini untuk apa dan berapa dana yang akan diinvestasikan. Dengan begini, Anda dapat dengan mudah menentukan jangka waktu investasi.



Tentukan Jangka Waktu



Menentukan jangka waktu investasi sangat penting karena Anda akan mengetahui jenis instrumen investasi yang akan Anda pilih.



Tentukan Instrumen



Pelajari risiko dari setiap instrumen investasi dengan cermat sebelum memutuskan pilihan.



Pelajari Perusahan Sebelum Anda Berinvestasi



Jika Anda memutuskan untuk berinvestasi melalui saham, reksadana, atau peer to peer lending, pastikan Anda mempelajari terlebih dahulu tentang perusahaan tempat Anda akan berinvestasi. Jika perusahaan tersebut tidak memiliki manajemen yang bagus, tentunya akan sangat beresiko bagi uang Anda.



Investasi Secara Rutin



Jika Anda memilih saham atau reksadana sebagai instrumen investasi, jangan lupa untuk melakukannya secara rutin. Sisihkan sebagian uang Anda setiap bulan untuk berinvestasi agar mendapatkan imbal hasil yang maksimal.
Dengan banyaknya pilihan instrumen investasi, tentu menjadi suatu hal yang harus dipikirkan berulang kali oleh investor. Pastikan uang Anda berada di tempat aman, seperti Komunal yang merupakan platform yang menghubungkan para Mitra BPR dan Deposan di seluruh Indonesia. Melalui Komunal, Anda akan mendapatkan bunga hingga 6%! Anda juga tak perlu khawatir karena Komunal berizin dan diawasi oleh OJK, AFPI dan Fintech Indonesia.


share

Bagikan